pickleballvnz.com

Pemkab Lamongan keruk sedimentasi Waduk Gondang untuk irigasi pertanian - ANTARA News Jawa Timur

Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan memulai pengerukan sedimentasi Waduk Gondang pada Agustus 2026 guna mengembalikan kapasitas tampung...

Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan memulai pengerukan sedimentasi Waduk Gondang pada Agustus 2026 guna mengembalikan kapasitas tampung air untuk mendukung irigasi pertanian.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau pemasangan alat dredging di Waduk Gondang, Senin, mengatakan pengerukan dilakukan karena kapasitas waduk mengalami penurunan akibat sedimentasi.

"Pemkab Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi menggunakan metode dredging. Waduk Gondang memiliki peran penting dalam mendukung irigasi pertanian, yang menjadi salah satu sektor unggulan di Lamongan," katanya.

Ia menjelaskan kapasitas awal Waduk Gondang mencapai 25 juta meter kubik, namun saat ini tersisa sekitar 19,7 juta meter kubik. Penurunan volume tersebut berdampak pada kemampuan waduk dalam menyuplai air irigasi bagi lahan pertanian.

Menurut dia, Waduk Gondang menjadi sumber irigasi bagi sekitar 10.588 hektare sawah yang tersebar di Kecamatan Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan pengerukan sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan rutin, namun untuk pertama kalinya dilakukan menggunakan metode dredging.

"Metode ini diharapkan lebih efektif untuk mengurangi sedimentasi. Pemeliharaan akan terus dilakukan secara bertahap karena pengembalian kapasitas awal waduk tidak bisa dicapai dalam satu kali pengerukan," ujarnya.

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi Waduk Gondang, Ramijo, menyambut baik rencana tersebut karena dinilai akan meningkatkan ketersediaan air bagi petani, terutama pada musim tanam I hingga III.

Menurutnya, tambahan volume air dari waduk akan mengurangi ketergantungan petani mengambil pasokan air dari Bengawan Jero yang membutuhkan biaya operasional lebih tinggi.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.