pickleballvnz.com

Pemkab Kupang mengoptimalkan manfaat kajian cegah kematian ibu dan bayi

Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan pemanfaatan hasil kajian Audit Maternal dan Perinatal-Surveilans dan Respons (AMP-SR) sebagai dasar memperkuat ANTARA News ntt 5 ...

Pemkab Kupang mengoptimalkan manfaat kajian cegah kematian ibu dan bayi

Senin, 21 September 2026 14:44 WIB

Image Print

Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki memberikan arahan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Audit Maternal dan Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) di Kupang, NTT, Senin (21/9/2026). ANTARA/HO-Pemkab Kupang

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan pemanfaatan hasil kajian Audit Maternal dan Perinatal-Surveilans dan Respons (AMP-SR) sebagai dasar memperkuat upaya pencegahan kematian ibu dan bayi.‎

‎Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki di Kupang, Senin, mengatakan keselamatan ibu dan bayi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan dan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

‎"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Tahun 2025 terdapat delapan kasus kematian ibu dan 44 kasus kematian bayi, sementara hingga Agustus 2026 ini ada empat kematian ibu dan 30 kematian bayi,” ujar dia.

Ia menjelaskan data tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi masih memerlukan perhatian, kerja keras, dan kolaborasi dari seluruh pihak.

“Karena itu, jangan hanya berhenti pada pencatatan jumlah kasus, tetapi harus memastikan setiap kasus dikaji untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, dan terpenting upaya pencegahan di masa mendatang," katanya.

‎Aurum mengatakan kegiatan AMP-SR memiliki peran penting sebagai instrumen untuk melakukan kajian secara sistematis terhadap setiap kasus kematian maternal dan perinatal.

Di samping itu, melalui proses tersebut diharapkan akan diidentifikasi penyebab, faktor risiko, kendala dalam pelayanan, serta berbagai faktor lain yang dapat menjadi pembelajaran untuk mencegah kasus.

‎"Saya berharap hasil kajian yang didesiminasikan tidak berhenti sebagai dokumen atau data, tetapi diterjemahkan menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan. Rekomendasi tersebut perlu menjadi acuan bersama dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit, hingga dukungan pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait," katanya.

Dia menegaskan koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral juga perlu diperkuat karena upaya menurunkan kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan melainkan tanggung jawab bersama.

‎Pemkab Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan hasil AMP-SR sebagai bahan perbaikan nyata dalam pelaksanaan program dan pelayanan kesehatan dalam masyarakat.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.