pickleballvnz.com

Pemkab Kupang mempercepat imunisasi polio untuk lindungi anak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mempercepat imunisasi polio melalui penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh anak memperoleh ANTARA News ntt 1 ...

Pemkab Kupang mempercepat imunisasi polio untuk lindungi anak

Rabu, 9 September 2026 16:06 WIB

Image Print

Kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Lintas Sektor untuk Penguatan Imunisasi Polio Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Kupang, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mempercepat imunisasi polio melalui penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh anak memperoleh perlindungan dari penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan tersebut.

“Imunisasi merupakan tanggung jawab bersama. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian. Meskipun KLB polio secara nasional telah berakhir pada November 2025, kita tidak boleh lengah karena risiko penularan masih ada,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kupang Guntur Taopan di Kupang, Rabu.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus mengoptimalkan cakupan imunisasi. Hingga Juli 2026, tercatat cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) mencapai 41,94 persen, sementara layanan imunisasi polio juga terus digencarkan secara merata.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi acuan bagi jajarannya untuk memetakan sasaran secara lebih spesifik agar setiap anak dapat segera memperoleh layanan kesehatan yang optimal.

“Karena itu, kita harus mengetahui siapa yang belum diimunisasi, di mana mereka berada, dan segera memastikan mereka mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Guna mempercepat pencapaian target, Pemkab Kupang mengoptimalkan tiga langkah strategis, mulai dari penguatan data sasaran, pelaksanaan penjangkauan secara berkala, hingga peningkatan kerja sama lintas sektor agar pelayanan menjangkau seluruh keluarga sasaran.

Guntur menekankan, keberhasilan program kesehatan ini membutuhkan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran kecamatan, desa, PKK, kader, tokoh masyarakat, hingga satuan pendidikan, untuk mengambil peran aktif sesuai bidang masing-masing.

Ia juga meminta setiap puskesmas menyusun rencana aksi 30 sampai 90 hari yang jelas dan terukur, mencakup target, sasaran, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi.

“Rencana aksi tersebut harus menghasilkan capaian yang dapat diukur dan ditindaklanjuti. Kita tidak hanya mengejar angka cakupan, tetapi memastikan setiap anak terdata, terjangkau, dan terlindungi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT Maria Elisabeth Anggreini menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi polio membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memiliki ilmu, pengetahuan, kompetensi dan keterampilan. Tetapi untuk menggerakkan sasaran, kita membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sektor kesehatan memiliki peran intervensi yang bersifat spesifik, sementara sektor lainnya dapat memberikan intervensi secara sensitif sesuai tugas dan bidang masing-masing.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Kupang percepat imunisasi polio untuk lindungi anak

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.