pickleballvnz.com

Pemkab Kuningan digitalisasi aset daerah untuk mendukung PAD - ANTARA News Jawa Barat

Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, melakukan digitalisasi pengelolaan aset daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber nilai tambah dalam mendukung pendapatan ...

Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, melakukan digitalisasi pengelolaan aset daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber nilai tambah dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, di Kuningan, Kamis, mengatakan digitalisasi menjadi bagian dari pembenahan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar aset pemerintah dapat dipetakan, dikendalikan, dan dimanfaatkan secara lebih optimal.

Menurut dia, terdapat 1.133 sertifikat aset pemerintah daerah yang perlu segera didigitalisasi, sementara sekitar 150 aset lainnya masih dalam proses penyelesaian dan membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Tuti mengatakan aset berupa tanah, bangunan, dan aset produktif lainnya harus diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi, sedangkan aset yang tidak termanfaatkan tetap berpotensi membebani anggaran melalui biaya pemeliharaan.

“Dari sekadar memiliki menjadi mengoptimalkan, dari sekadar mencatat menjadi mengendalikan, dan dari sekadar menjaga menjadi menciptakan nilai,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan Sopandi mengatakan pengelolaan aset berbasis digital membutuhkan data yang akurat, kepastian hukum, kompetensi aparatur, serta perubahan pola kerja.

Ia menjelaskan digitalisasi membantu pemerintah daerah, memperoleh data aset secara lebih terukur sehingga aset yang belum termanfaatkan dapat diidentifikasi untuk kemudian ditentukan pola pemanfaatannya.

Deden menyebut sejumlah aset yang selama ini belum produktif sebagai potensi, perlu dikembangkan untuk memberikan tambahan penerimaan bagi daerah.

“Tujuan kita mencatat adalah untuk mengoptimalkan aset demi pendapatan daerah. Kita tidak bisa terus-menerus menaikkan pajak, retribusi, dan lain sebagainya yang membebani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana mengatakan optimalisasi aset dapat menjadi bagian dari skema pembiayaan kreatif dengan mengembangkan aset pemerintah yang memiliki potensi ekonomi.

Menurut dia, pemanfaatan aset dapat dilakukan melalui sejumlah skema, seperti sewa, kerja sama, dan bangun serah guna (BSG), sesuai karakteristik serta ketentuan yang berlaku.

Digitalisasi, kata dia, memungkinkan data aset dari berbagai perangkat daerah terintegrasi di BPKAD, termasuk informasi lokasi yang dapat ditelusuri menggunakan Global Positioning System (GPS) serta kondisi aset di lapangan.

“Dahulu aset mungkin hanya dijadikan sebagai bahan pencatatan dan penghapusan saja. Namun sekarang bagaimana aset itu menjadi barang milik daerah yang memiliki potensi nilai untuk dikembangkan dengan nilai tambah bagi penghasilan daerah,” tuturnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.