pickleballvnz.com

Pemkab Kulon Progo gelar jamasan pusaka

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan Jamasan Pusaka Agung berupa pusaka legendaris melalui prosesi adat Suro yang bertujuan untuk memanjatkan ANTARA News jogja 26 ...

Pemkab Kulon Progo gelar jamasan pusaka

Senin, 13 Juli 2026 07:24 WIB

Image Print

Prosesi jamasan agung pusaka legendaris di Kabupaten Kulon Progo. ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan Jamasan Pusaka Agung berupa pusaka legendaris melalui prosesi adat Suro yang bertujuan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan wilayah.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Minggu, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah dalam merawat eksistensi budaya sekaligus momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan wilayah.

"Ini adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, yaitu Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Bantar Angin dan Kanjeng Kyai Amiluhur. Agenda ini sekaligus memperingati hari besar Suro," kata Ambar Purwoko.

Upacara tahunan tersebut terasa istimewa karena turut melibatkan penyucian kentongan pusaka bersejarah, selain pusaka utama berupa senjata berbahan besi (tosan aji).

Prosesi yang diawali dengan Kirab Pusaka dari halaman Pemkab Kulon Progo menuju Alun-Alun Wates ini diikuti oleh perwakilan dari 12 kapanewon serta 88 kalurahan/kelurahan se-Kabupaten Kulon Progo dengan penuh khidmat.

Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, menjelaskan bahwa prosesi tahun ini menjadi unik karena menyertakan kentongan pusaka "Gora Bangsa" yang telah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya.

Kentongan yang dibuat sebelum tahun 1951 tersebut konon memiliki suara yang sangat nyaring hingga dapat terdengar ke seluruh pelosok Kulon Progo pada masa lalu.

"Kentongan ini adalah kentongan yang dulu berada di Kadipaten Kulon Progo. Ini kentongan yang bersejarah dan terbesar," ungkap Joko. Saat ini, benda pusaka tersebut disimpan dengan baik bersama benda-benda cagar budaya lainnya di Bulurejo.

Lebih lanjut, Joko Mursito menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengemas upacara adat Jamasan Pusaka agar tidak hanya sekadar ritual pelestarian tradisi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya tarik pariwisata.

"Tujuan utamanya jelas melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun. Namun ke depan, bagaimana agar tradisi ini bisa kita kemas menjadi sesuatu yang memiliki daya jual atau daya tarik sebagai atraksi wisata budaya unggulan," kata Joko.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026