pickleballvnz.com

Pemkab Kudus gelar Shalat Istiska minta turun hujan hadapi puncak kemarau

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar Shalat Istiska untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT di tengah puncak musim kemarau di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, ANTARA News jateng peristiwa ...

Pemkab Kudus gelar Shalat Istiska minta turun hujan hadapi puncak kemarau

Jumat, 4 September 2026 18:29 WIB

Image Print

Ratusan warga baik dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, forkopimda, baik dari jajaran Polri, TNI, Kemenag, BPBD, dan seluruh unsur swasta, dan masyarakat bersama-sama Shalat Istiska dalam rangka meminta hujan yang berkah dan berkah di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar Shalat Istiska untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT di tengah puncak musim kemarau di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat.

Shalat Istiska yang merupakan shalat sunah muakadah tersebut diikuti Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), di antaranya Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie dan Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo.

Turut hadir jajaran Kementerian Agama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah unsur swasta di Kabupaten Kudus.

Bertindak sebagai imam Shalat Istiska Ketua Baznas Kabupaten Kudus sekaligus Ketua Takmir Masjid Agung Kudus Noor Badi, sedangkan khutbah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Shony Wardana.

Bupati Sam'ani Intakoris mengatakan pelaksanaan Shalat Istiska menjadi ikhtiar bersama untuk memohon hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.

"Hari ini (4/9) kita bersama-sama forkopimda, baik dari jajaran Polri, TNI, Kemenag, BPBD, dan seluruh unsur swasta, kita bersama-sama Shalat Istiska dalam rangka meminta hujan yang berkah dan barokah," ujarnya.

Selain sebagai ikhtiar spiritual, menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi dampak puncak kemarau, terutama potensi kebakaran dan kekeringan.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Kemenag, BPBD, dan pihak swasta terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman serta kekurangan air di sejumlah wilayah.

Sam'ani menambahkan langkah tersebut juga tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi kebakaran dan kekeringan selama musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, saat ini terdapat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, di antaranya Glagahwaru, Dawe, Kaliwungu, dan Jetak Kedungsari.

Untuk kebakaran, hingga bulan ini tercatat 48 tempat kejadian tersebar di sembilan kecamatan. Seluruh kejadian tersebut, dapat ditangani melalui kerja sama berbagai unsur.

Ia menyebut dampak kekeringan sejauh ini belum terlalu signifikan. Pemerintah juga menyiapkan langkah konkret untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air, salah satunya melalui program pembuatan sumur dalam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Shony Wardana mengajak masyarakat menjadikan kemarau panjang sebagai waktu introspeksi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut dia, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi dan meningkatnya suhu menjadi bahan evaluasi bersama.

Kerusakan lingkungan, seperti penggundulan pegunungan, penebangan pohon secara sembarangan, lahan yang tandus, hingga persoalan sampah, dapat memperbesar risiko bencana ketika musim hujan tiba.

Ia mengatakan kerusakan lingkungan dapat menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan meningkatkan risiko banjir maupun tanah longsor saat musim hujan.

Oleh karena itu, menjaga lingkungan dengan menanam pohon dan menghindari penebangan liar harus dilakukan secara individu dan kemudian menjadi gerakan bersama.

Dalam Shalat Istiska tersebut, masyarakat juga diajak memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan, termasuk sikap tidak bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.