Pemkab Kotim salurkan 30.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya, telah menyalurkan sekitar 30.000 liter air ANTARA News kalteng 1 ...
Pemkab Kotim salurkan 30.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan
Jumat, 24 Juli 2026 06:50 WIB
Perumdam Tirta Mentaya salurkan 30.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, Rabu (23/7/2026). ANTARA/HO
Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya, telah menyalurkan sekitar 30.000 liter air bersih kepada warga di wilayah selatan yang terdampak kekeringan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami sudah mulai menyalurkan air bersih sejak empat hari lalu. Total yang sudah disalurkan sejauh ini sekitar 30.000 liter, yang dilakukan secara bertahap,” kata Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit Ismanadi melalui Kasi Hukum dan Humas Natalis Daud di Sampit, Kamis.
Ia menjelaskan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan armada yang ada. Armada yang digunakan berupa truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang melakukan penyaluran dua hingga tiga kali dalam sehari.
Dalam penyaluran tersebut pihaknya berkoordinasi dengan kepala desa atau RT setempat, yang menentukan titik-titik pendistribusian air bersih, kemudian masyarakat datang mengambil air di lokasi yang sudah disiapkan.
Sementara ini penyaluran baru mencakup beberapa desa yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah desa, yakni sebagian wilayah Desa Samuda Kecil dan Desa Parebok yang belum terjangkau jaringan PDAM, lalu Desa Lampuyang dan Desa Kuin Permai yang belum sama sekali terjangkau jaringan PDAM.
“Kemarin Wakil Bupati Kotawaringin Timur juga telah meninjau langsung penyaluran air bersih di Desa Lampuyang guna memastikan bantuan tersebut diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menerima surat permohonan resmi dari Camat Teluk Sampit yang meminta bantuan air bersih untuk seluruh desa di wilayahnya. Surat tersebut juga akan segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Wabup Kotim ajak perkuat kolaborasi lintas pihak untuk majukan pertanian
Berdasarkan usulan tersebut, terdapat enam desa yang memerlukan bantuan air bersih, yakni Desa Parebok dengan kebutuhan sekitar 30.000 liter per pekan untuk 200 kepala keluarga, Desa Basawang sekitar 35.000 liter per pekan untuk 300 kepala keluarga, Desa Regei Lestari sekitar 40.000 liter per pekan untuk 320 kepala keluarga.
Kemudian, Desa Kuin Permai sekitar 45.000 liter per pekan bagi 300 kepala keluarga, Desa Lampuyang sekitar 70.000 liter per pekan untuk 975 kepala keluarga, serta Desa Ujung Pandaran sekitar 20.000 liter per pekan bagi 350 kepala keluarga.
Natalis mengakui penyaluran air bersih masih menghadapi keterbatasan armada karena hanya satu mobil tangki yang dapat dialokasikan untuk kegiatan sosial, sedangkan tiga armada lainnya tetap digunakan melayani distribusi air kepada pelanggan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya bantuan armada dari pemerintah daerah maupun pihak swasta agar pendistribusian air bersih bisa lebih optimal.
“Kalau seperti tahun-tahun sebelumnya kami berharap ada dukungan armada dari perusahaan swasta maupun BPBD. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mereka menyatakan siap membantu sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Disamping itu, Perumdam juga berharap adanya dukungan anggaran operasional dari pemerintah daerah, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak. Mengingat kegiatan ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama, yakni sampai dengan Oktober mendatang.
Terlepas dari kendala tersebut, ia menegaskan Perumdam Tirta Mentaya siap menyediakan air bersih tanpa dipungut biaya untuk masyarakat maupun kegiatan sosial lainnya.
“Kami siap membantu menyediakan air bersih sebanyak yang dibutuhkan masyarakat. Produksi air kami mencapai sekitar 230 liter per detik sehingga masih mencukupi untuk melayani pelanggan sekaligus membantu wilayah yang mengalami kekeringan,” demikian Natalis.
Baca juga: Kotim berharap segera dapat pinjaman alat pengukur ISPU
Baca juga: Wabup Kotim ajak masyarakat bersatu wujudkan daerah bebas narkoba
Baca juga: Pemadaman karhutla di Kotim mulai terkendala sulitnya sumber air
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.