Pemkab HSS upayakan bantuan bagi petani semangka terdampak karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan
Bantuan yang direncanakan diberikan bagi petani semangka terdampak karhutla berupa bibit semangka, saprodi serta Asam humat, Kandangan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) me...
Bantuan yang direncanakan diberikan bagi petani semangka terdampak karhutla berupa bibit semangka, saprodi serta Asam humat,
Kandangan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distan PP) mengupayakan adanya bantuan bagi petani semangka di wilayah Daha, yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan(karhutla).
"Karhutla kemarin mengakibatkan banyak tanaman semangka petani terbakar, ini memang di luar prediksi banyak petani, termasuk para petani peduli api kita di sana. Dan memang dilaporkan masih ada seribu tanaman semangka yang tersisa dari yang terdampak karhutla," kata Kepala Distan PP HSS, Lutfiana, di Kandangan, Kamis.
Baca juga: Distan PP HSS serahkan bantuan alsintan untuk tiga poktan
Diterangkan dia, pihaknya pun lagi berupaya mengusahakan untuk ada bantuan, terkait dengan dampak kerugian yang dialami para petani semangka terdampak, serta diharapkan dalam waktu tidak lama bantuan tersebut dapat direalisasikan.
Untuk bantuan yang direncanakan diberikan bagi petani semangka terdampak karhutla berupa bibit semangka, sarana produksi pertanian (saprodi) serta Asam humat yang nantinya bisa digunakan menetralkan tanah yang terbakar.
Penggunaan Asam humat diaplikasi dalam langkah pengapuran dan penting dalam proses pemulihan tanah karena terbakar, mengembalikan unsur nitrogen dan unsur-unsur penting lainnya di atas agar kembali dapat produktif.
Ditambahkan dia, selain mengupayakan bantuan bagi petani semangka dengan bibit, saprodi dan lainnya, maka untuk petani peduli api pun akan dihibahkan alat semprotan dalam upaya pencegahan dan penanganan apabila kembali terjadi karhutla.
Pewarta: Fathurrahman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.