pickleballvnz.com

Pemkab Gunungkidul revitalisasi 131 sekolah tahun ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyebut sebanyak 131 sekolah disetujui Pemerintah Pusat dalam ANTARA News jogja 27 ...

Pemkab Gunungkidul revitalisasi 131 sekolah tahun ini

Jumat, 4 September 2026 18:29 WIB

Image Print

Ilustrasi - Kondisi atap sekolah SD Muhammadiyah Bogor, Kabupaten Gunungkidul yang ambruk. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyebut sebanyak 131 sekolah disetujui Pemerintah Pusat dalam program revitalisasi sekolah tahun ini.

Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati, di Gunungkidul, Jumat, mengatakan program revitalisasi sekolah merupakan program swakelola yang langsung diampu oleh masing-masing sekolah.

"Dinas tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program revitalisasi. Kami hanya tahu jumlahnya berapa terkait tahun ini yang dapat," katanya.

Menurut dia, terdapat berbagai jenis pembangunan di sekolah yang direvitalisasi, mulai dari sarana dan prasarana (sarpras) hingga struktur bangunan, dengan target penyelesaian pada tahun ini.

"Jenis pembangunan bermacam-macam, ada ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium dan ruang UKS," ujarnya.

Disdik Gunungkidul pada awal 2026 mengajukan sebanyak 676 sekolah dalam program revitalisasi sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Semua yang diajukan adalah sekolah yang mengalami kerusakan baik sarpras maupun bangunannya," katanya.

Menurut dia, sebanyak 676 sekolah yang diajukan tersebut terdiri atas 236 TK, 82 SMP, dan paling banyak tingkat SD sekitar 358 sekolah.

Namun, lanjut dia, dari total pengajuan tersebut, tahun ini Pemerintah Pusat hanya menyetujui sebanyak 131 sekolah.

"Semuanya sudah mulai berproses dalam pelaksanaan pembangunannya," ujarnya.

Ia menyebut 131 sekolah yang disetujui dalam program revitalisasi tersebut terbagi untuk sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.

"Untuk SD totalnya ada 42, lainnya dialokasikan ke PAUD dan SMP," katanya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026