Pemkab Gumas padukan intervensi sensitif dan spesifik cegah stunting
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah terus berupaya mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di daerah setempat melalui perpaduan intervensi sensitif ANTARA News kalteng 1 ...
Pemkab Gumas padukan intervensi sensitif dan spesifik cegah stunting
Senin, 24 Agustus 2026 17:03 WIB
Bupati Gumas Jaya S Monong dan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing menyalurkan bantuan bibit hortikultura kepada perwakilan kelompok UPPKA, saat kick off ntervensi serentak pencegahan dan penurunan stunting di Kuala Kurun, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/Chandra)
Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah terus berupaya mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di daerah setempat melalui perpaduan intervensi sensitif dan spesifik melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gumas Yantrio Aulia saat memberi keterangan di Kuala Kurun, Senin, menjelaskan stunting disebabkan faktor langsung seperti kekurangan gizi kronis, dan faktor tidak langsung seperti kemiskinan.
"Faktor langsung ditangani lewat intervensi spesifik di bidang kesehatan, sementara faktor tidak langsung ditangani lewat intervensi sensitif yang melibatkan sektor ekonomi, sosial dan pangan," katanya.
Ia menegaskan, kedua jenis intervensi tersebut harus berjalan beriringan agar penanganan stunting tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga menyasar akar masalah ekonomi dan sosial keluarga.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026, di Taman Kota Kuala Kurun, Jumat (7/8).
Saat itu Bupati Gumas Jaya S Monong, bersama Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Mimie Mariatie dan lainnya, menyerahkan bantuan sebagai bagian dari intervensi sensitif dan spesifik secara simbolis.
Baca juga: Pemkab Gumas imbau sekolah sesuaikan kegiatan pembelajaran akibat karhutla
Dalam pelaksanaannya, intervensi spesifik diwujudkan melalui pemberian vitamin A, obat cacing, dan tablet tambah darah, dan lainnya. Sementara itu, intervensi sensitif diwujudkan lewat bantuan bibit hortikultura, bansos, dan sejumlah bantuan lainnya.
Khusus penyaluran bibit hortikultura berupa cabai, tomat, dan terong, tidak hanya bertujuan sebagai intervensi sensitif mencegah stunting, tetapi juga diharapkan berfungsi ganda dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Bibit hortikultura tersebut disalurkan kepada enam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kecamatan Kurun, Tewah, dan Kahayan Hulu Utara, untuk dimanfaatkan di lahan pekarangan.
Dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam bibit tersebut, keluarga penerima diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri, sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tekanan inflasi.
"Melalui berbagai intervensi tersebut, baik spesifik maupun sensitif, kami berharap prevalensi stunting Gumas yang pada 2024 berada di angka 14,1 persen, dapat terus menurun," demikian Yantrio.
Baca juga: 289 ASN Pemkab Gumas terima Satyalancana Karya Satya
Baca juga: Bupati Gunung Mas sebut HUT ke-81 RI momentum perkuat persatuan
Baca juga: Pemkab Gumas gelar serangkaian kegiatan meriahkan HUT ke-81 RI
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.