Pemkab Garut membentuk tim untuk memverifikasi keberadaan KDMP - ANTARA News Jawa Barat
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat membentuk tim untuk melakukan verifikasi langsung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini sebagian sudah selesai, dan ada juga ...
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat membentuk tim untuk melakukan verifikasi langsung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini sebagian sudah selesai, dan ada juga masih dalam proses pembangunan.
"Kita diminta, pemerintah kabupaten seluruh Indonesia untuk melakukan verifikasi terkait dengan keadaan KDMP. Kami membentuk tim untuk ke lapangan," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana kepada wartawan di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, pemerintah pusat menginstruksikan ke seluruh pemerintah kabupaten/kota termasuk Kabupaten Garut untuk segera memverifikasi kesiapan KDMP di setiap desa/kelurahan.
Pemkab Garut, kata dia, membentuk tim dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kemudian Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Inspektorat, dan Dinas Koperasi yang akan bergerak turun ke lapangan.
Ia menyampaikan, target selesai verifikasi KDMP sampai 25 September 2026, apabila belum tuntas maka pihaknya akan meminta ke Kementerian Koperasi agar ada waktu tambahan.
"Insya Allah dengan cepat kita akan laksanakan semua," katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra S Gumilang menambahkan, tim verifikasi akan melaksanakan tugas terkait program Koperasi Merah Putih untuk mengecek kesiapan operasionalnya.
Ia mengatakan, perkembangan pembangunan KDMP di Garut dari 442 desa/kelurahan yang sudah selesai dibangun baru 82 desa/kelurahan, sisanya masih terus bertahap.
"Ada yang lahannya siap hari ini, baru mulai dibangun hari ini, kalau lahannya siap beberapa bulan kemarin kan sudah dibangun," katanya.
Ia menambahkan, anggaran untuk pembangunan KDMP tersebut sepenuhnya oleh pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah bertugas memonitor pelaksanaannya.
"Kita hanya memonitor saja," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.