Pemkab Belitung susun langkah teknis kendalikan inflasi daerah - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus memperkuat berbagai langkah teknis guna mengendalikan laju inflasi serta menjaga stabilitas ha...
Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus memperkuat berbagai langkah teknis guna mengendalikan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan pokok di daerah itu.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat di Tanjungpandan, Selasa, mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya mencatat pergerakan kenaikan harga, tetapi juga menganalisis penyebabnya secara mendalam untuk menentukan tindakan intervensi yang tepat.
"Pengendalian inflasi harus mampu menjawab tiga hal utama, yaitu memastikan barang tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga memperketat pengawasan pasokan dengan memantau secara berkala stok dan kebutuhan komoditas utama, seperti beras, cabai, bawang, telur, daging, dan ikan, terutama menjelang periode permintaan tinggi.
Selain itu, pemetaan jalur distribusi, biaya angkut, hingga titik distribusi komoditas dilakukan guna mendeteksi serta mengetahui sumber utama kenaikan harga di pasar.
"Pemantauan harga secara rutin di tingkat pasar maupun distributor juga terus digencarkan agar lonjakan harga dapat dideteksi lebih awal," ujar Djoni.
Di sisi transportasi, lanjut dia, Pemkab Belitung juga berkoordinasi secara intensif dengan para distributor dan pelaku jasa transportasi. Langkah itu bertujuan agar kenaikan biaya angkut tidak dibebankan secara berlebihan kepada konsumen.
Djoni Alamsyah menambahkan bahwa pihaknya siap melakukan intervensi langsung, seperti pelaksanaan Operasi Pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM), apabila terjadi lonjakan harga komoditas yang signifikan.
Guna mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, pemerintah daerah juga mendorong penguatan produksi pangan lokal serta memperluas kerjasama antar daerah.
Sementara itu, untuk menjaga daya beli masyarakat, berbagai bantuan dan program pemerintah ditargetkan secara presisi kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga.
"Melalui pola penanganan yang terintegrasi ini, kita optimistis ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap terjaga aman dan terjangkau," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.