Pemkab Batang: Sejumlah KDMP mulai beraktivitas
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah itu kini mulai beraktivitas mengembangkan usaha produksi warga desa dan ANTARA News jateng peristiwa ...
Pemkab Batang: Sejumlah KDMP mulai beraktivitas
Jumat, 17 Juli 2026 22:22 WIB
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso. ANTARA/Kutnadi
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah itu kini mulai beraktivitas mengembangkan usaha produksi warga desa dan layanan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso di Batang, Jumat, mengatakan bahwa dari total 248 KDMP serta KDKMP yang ada, baru segelintir unit yang menunjukkan pergerakan ekonomi.
"Jika yang ditanyakan adalah pengoperasian gedung secara resmi, jawabannya belum. Namun, jika menyoal aktivitas usaha yang dilakukan oleh pengurus atas nama koperasi, memang sudah ada beberapa (beraktivitas)," katanya.
Beberapa Koperasi Desa Merah Putih yang sudah beraktivitas seperti KDMP Simpar yang mengembangkan produk telur omega-3, KDMP Pasekaran, KDMP Bandar, Kasepuhan, Kauman, dan Karangasem Utara yang mulai bergerak di bidang perdagangan sembako dan elpiji.
Namun, kata dia, sebagian besar koperasi lainnya saat ini hanya terbatas menyediakan layanan keuangan digital Laku Pandai, seperti pembayaran listrik, air minum, hingga transfer antarbank.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Haniyah mengaku bahwa frekuensi dan volume transaksi layanan tersebut masih jauh dari optimal.
Menurut dia, keterbatasan modal menjadi hambatan klasik yang menghambat ekspansi usaha.
Hingga kini, kata dia, sumber dana operasional masih bergantung pada simpanan wajib dari anggota sehingga kapasitas koperasi untuk mengembangkan usaha produktif terbilang sempit.
"Kendala utamanya tetap di sektor permodalan. Saat ini kami hanya mengandalkan simpanan pokok dan wajib anggota sehingga hal itu membuat ruang gerak belum maksimal untuk bersaing di pasar," katanya.
Menyoal kepastian kapan gerai resmi akan mulai dibuka, dia mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat serta koordinasi lintas sektoral khususnya dengan pihak Kodim sebagai bagian dari program strategis nasional.
"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Biasanya kami akan diajak rapat koordinasi oleh Kodim untuk membahas tahapan selanjutnya," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.