Pemkab Batang lakukan penanganan warga keracunan makanan PMT
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan gerak cepat dalam penanganan kasus keracunan pada warga Desa Rowobelang setelah mereka mengonsumsi makanan program makanan ANTARA News jateng peristiwa ...
Pemkab Batang lakukan penanganan warga keracunan makanan PMT
Selasa, 22 September 2026 16:47 WIB
Petugas medis RSUB Batang sedang melakukan penanganan pada warga yang mengalami keracunan makan program makanan tambahan (PMT) di Batang, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan gerak cepat dalam penanganan kasus keracunan pada warga Desa Rowobelang setelah mereka mengonsumsi makanan program makanan tambahan (PMT).
Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Batang Feria Kurniawati di Batang, Selasa, mengatakan dari jumlah warga yang keracunan itu, sembilan orang menjalani rawat inap dan sisanya menjalani observasi atau rawat jalan.
"Intoksikasi keracunan ada 21 pasien terdiri atas 14 pasien dewasa dan tujuh anak. Dari jumlah itu, sekitar sembilan pasien membutuhkan perawatan inap," katanya.
Ia mengatakan kelompok pasien yang memerlukan penanganan rawat inap didominasi oleh anak-anak dan perempuan dewasa.
"Untuk penanganan awal, kami fokuskan pada pemulihan cairan tubuh akibat dehidrasi serta penanganan kondisi darurat pasien," katanya.
Ia yang didampingi Kepala Instalasi IGD Hifna Handrianingrum mengatakan tingkat keparahan pasien menjadi dasar keputusan rawat inap.
"Kalau keadaan umum pasien lemas, demamnya tinggi sekali, atau tidak bisa minum obat oral karena mual muntah sehingga mereka perlu rawat inapkan. Alhamdulillah tingkat dehidrasinya masih sedang, tidak sampai dehidrasi berat," katanya.
Para pasien keracunan ini, menjalani pemeriksaan ke RSUD Batang sejak Selasa (22/9) karena diduga mengonsumsi makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dari Posyandu pada Senin (21/9) sore.
Meski demikian, pihak RSUD Batang menegaskan belum dapat memastikan apakah bubur kacang hijau tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal ini atau tidak karena sampel makanan dan muntahan pasien telah diambil dan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Batang untuk dilakukan uji laboratorium.
Baca juga: Pelabuhan Batang-PLTU kampanyekan keselamatan pelayaran kepada para nelayan
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.