pickleballvnz.com

Pemkab Bantul memantau pelaksanaan MPLS hari pertama secara daring

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan pemantauan secara daring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama yang diikuti seluruh satuan pendidikan ANTARA News jogja 25 ...

Pemkab Bantul memantau pelaksanaan MPLS hari pertama secara daring

Senin, 13 Juli 2026 12:09 WIB

Image Print

Jajaran pejabat Pemkab Bantul dan instansi terkait saat mengikuti kegiatan pembukaan MPLS 2026 secara daring di Kantor Diskominfo Bantul, Senin (13/7). ANTARA/HO-Pemkab Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan pemantauan secara daring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama yang diikuti seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut untuk memastikan kelancaran proses dan kesesuaian dengan paradigma MPLS Ramah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Nugroho di Bantul, Senin, mengatakan MPLS merupakan bagian penting dalam proses pendidikan, karena tidak hanya berisi pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembentukan karakter dan semangat belajar peserta didik baru.

"MPLS menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, bahagia, serta membangun karakter disiplin dan semangat belajar sejak hari pertama masuk sekolah," katanya.

Menurut Nugroho, pelaksanaan MPLS tahun 2026 di Kabupaten Bantul mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan MPLS yang mengusung paradigma MPLS Ramah, yakni menghormati harkat dan martabat setiap murid.

"MPLS harus bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun aktivitas yang tidak mendidik," ujarnya.

Ia menjelaskan MPLS Ramah diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter sebagai bekal peserta didik dalam menempuh pendidikan di jenjang masing-masing.

"MPLS menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta pembentukan dimensi profil lulusan," katanya.

Nugroho mengatakan kegiatan pembukaan MPLS secara hybrid diikuti oleh 501 taman kanak-kanak (TK), 402 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), 144 sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), 37 sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), dan 49 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bantul.

"Kami mengadakannya melalui zoom meeting dan menyiarkannya secara langsung melalui kanal YouTube dengan diikuti oleh kepala satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, dan seluruh peserta didik," ujarnya.

Menurut dia, pemantauan pelaksanaan MPLS dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait pelaksanaan MPLS Ramah tahun 2026.

Selain itu, lanjut Nugroho, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat komitmen seluruh satuan pendidikan agar melaksanakan MPLS yang aman, nyaman, inklusif, dan bermakna, sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik baru agar percaya diri dan optimistis dalam memulai perjalanan belajar mereka.

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu," katanya.

Nugroho menjelaskan materi utama MPLS tahun ini meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika dan sopan santun bermedia sosial, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), serta Gerakan Rukun Sesama Teman.

Sementara itu, materi pilihan mencakup pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) serta pengenalan budaya khas di lingkungan sekolah.

"Materi pilihannya terkait pencegahan Napza dan budaya khas di sekolah," katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berpesan kepada seluruh peserta didik baru agar mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan baik dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lingkungan sekolah.

"Kalian akan dididik oleh para guru, ikutilah mereka dengan baik dan perhatikan guru kalian saat mengajar," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Halim juga berdialog secara langsung dengan sejumlah siswa dan guru yang mengikuti kegiatan secara daring.

Ia menekankan pentingnya peran bersama antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan anak.

"Guru dan orang tua sama-sama menginginkan kesuksesan kalian di masa depan. Kalian adalah generasi emas Indonesia," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026