pickleballvnz.com

Pemkab Bantul hidupkan pasar tradisional lewat

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghidupkan ekosistem jual beli di pasar tradisional melalui Gerakan Belanja di Pasar Rakyat Selama Satu Jam ANTARA News jogja 25 ...

Pemkab Bantul hidupkan pasar tradisional lewat "Gelora Sejam"

Jumat, 18 September 2026 19:11 WIB

Image Print

Salah seorang ASN Pemkab Bantul tengah berbelanja di pasar tradisional dalam rangka mengikuti Gerakan Belanja di Pasar Rakyat Selama Satu Jam (Gelora Sejam) di Pasar Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghidupkan ekosistem jual beli di pasar tradisional melalui Gerakan Belanja di Pasar Rakyat Selama Satu Jam ("Gelora Sejam").

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati mengatakan "Gelora Sejam" merupakan program sambang pasar rakyat yang wajib diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul.

"Program ini kita galakkan sejak awal tahun ini untuk mengajak ASN belanja di pasar tradisional," kata Fenty saat mengunjungi Pasar Bantul, Jumat.

Menurut dia, program tersebut hadir sebagai upaya menjawab keluhan para pedagang terkait penurunan aktivitas belanja di sejumlah pasar tradisional.

"Keluhan pedagang itu, terjadi penurunan belanja. Memang kita akui di beberapa tempat terjadi seperti itu," ujarnya.

Ia menyebut penurunan daya beli masyarakat di setiap pasar tradisional berbeda-beda karena para pedagang di pasar ada yang buka setiap hari dan ada juga yang hanya buka ketika pasaran.

"Kalau yang harian itu kira-kira sampai 30 persen ada penurunan. Sekitar 30 persen turun kan lumayan, kan," katanya.

Menurut dia, salah satu faktor penyebab menurunnya daya beli masyarakat di pasar tradisional adalah banyaknya kios sembako yang lokasinya lebih dekat dengan rumah warga, bahkan buka hingga 24 jam.

"Semacam di beberapa tempat ada kios-kios kecil yang buka 24 jam. Ada juga pasar motor yang jalan keliling. Itu mau tak mau pembeli kadang cari yang praktis, dekat," ujarnya.

Pemkab Bantul melihat fenomena tersebut sebagai pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi, antara lain dengan membuat pasar tradisional lebih menarik untuk dikunjungi.

"Ini PR pemda juga bagaimana mencari sesuatu yang menarik sehingga pengunjung tetap belanja di pasar tradisional ini. Minimal ini agak lebih murah loh daripada yang keliling-keliling," katanya.

Selain "Gelora Sejam", sejumlah inovasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat di pasar tradisional juga telah dilakukan, seperti mengadakan berbagai acara dan kegiatan di pasar hingga malam, salah satunya di Pasar Bantul.

"Bapak/Ibu tahu sendiri untuk mengajak pengunjung ke Pasar Bantul, sampai malam pun ada acara di Pasar Bantul ini," ujarnya.

Pasar Bantul, lanjut dia, termasuk pasar tradisional yang banyak diisi oleh pedagang, sehingga acara tematik cukup penting diadakan untuk menghidupkan pasar tersebut.

"Jumlah pedagang pasar tradisional di seluruh Bantul ada sekitar 10.400, kalau di Pasar Bantul ada sekitar 1.206 pedagang," katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Bantul Sumiati mengatakan dirinya menyambut baik program Gelora Sejam karena dapat membantu meramaikan lapak pedagang yang relatif sepi.

"Bisa membantu toko yang agak sepi. Nanti ya sedikit-sedikit ada yang beli," katanya.

Ia berharap program "Gelora Sejam" dilakukan lebih sering, misalnya dua kali seminggu, sehingga ASN dapat berbelanja ke pasar tradisional.

"Ini senang, tambah menyenangkan lagi kalau bisa itu seminggu dua kali lah," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026