pickleballvnz.com

Pemkab Bangka Tengah kembangkan tanaman cabai seluas 4,25 hektare - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan tanaman cabai seluas 4,25 hektare melalui delapan kelompok tani, sebagai upaya meningkatkan produksi ...

Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan tanaman cabai seluas 4,25 hektare melalui delapan kelompok tani, sebagai upaya meningkatkan produksi hortikultura dan menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan pengembangan tanaman cabai tersebut didukung dengan alokasi anggaran daerah untuk penyediaan sarana produksi berupa pupuk organik, kapur pertanian, dan mulsa yang disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan.

"Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan pupuk organik, kapur pertanian, dan mulsa sebagai dukungan terhadap pengembangan tanaman cabai seluas 4,25 hektare yang dikelola delapan kelompok tani," kata Algafry tanpa merinci anggaran yang disiapkan.

Ia mengatakan, bantuan sarana produksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman cabai sekaligus menekan biaya usaha tani sehingga hasil panen petani dapat lebih optimal.

Menurut dia, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berpengaruh terhadap inflasi daerah karena fluktuasi produksinya sering diikuti perubahan harga di tingkat pasar.

"Kita terus memperkuat pengembangan komoditas cabai melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, serta pemberdayaan kelompok tani agar produksi berlangsung berkelanjutan," ujarnya.

Melalui pengembangan tanaman cabai seluas 4,25 hektare tersebut, pemerintah daerah berharap pasokan cabai di Bangka Tengah semakin terjaga, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah berkurang, serta pendapatan petani dapat terus meningkat.

"Cabai ini salah satu penyumbang inflasi sangat tinggi karena produksi lokal masih minim dan kita masih sangat tergantung pasokan dari luar provinsi," katanya.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.