Pemkab Bandung melibatkan mahasiswa dalam edukasi pengelolaan sampah - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat di 16 kecamatan selama tig...
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat di 16 kecamatan selama tiga bulan ke depan.
Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy di Bandung, Kamis, mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah daerah (pemda) dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah dari hulu.
"Target kami bagaimana berkolaborasi bagaimana memberikan edukasi ke warga, mana sampah untuk dibuang, mana sampah yang memang bisa dikelola," kata Wahid.
Ia juga mengatakan koordinasi dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta aparatur kewilayahan yang menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.
"Pak Sekda menyampaikan hal itu baru-baru ini. Kami langsung menindaklanjuti hal itu dengan melaksanakan rapat koordinasi dengan DPMD Kabupaten Bandung dan aparatur kewilayahan. Selain itu kami mengundang dari pihak perguruan tinggi," kata Wahid.
Ia mengatakan program edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah tersebut akan dilaksanakan di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.
Menurut dia, kesiapan mahasiswa yang ditugaskan menjadi pendamping menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif di lapangan.
"Bekal tersebut misal dalam hal tata cara edukasi dan pendampingan, juga pengenalan akan situasi lapangan," ujarnya.
Adapun 16 kecamatan yang menjadi lokasi program tersebut yakni Soreang, Katapang, Margaasih, Margahayu, Baleendah, Banjaran, Arjasari, Ciparay, Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka, Paseh, Majalaya, Pacet, Pangalengan, dan Bojongsoang.
Wahid mengatakan penentuan lokasi sasaran edukasi dan pendampingan tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya neraca sampah di masing-masing wilayah.
Ia menjelaskan pengelolaan sampah di tingkat hulu di Kabupaten Bandung selama ini terus dilakukan, termasuk melalui pengelolaan dari tingkat rumah tangga dan wilayah sebelum sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
"Gap timbulan dengan kuota pengangkutan ke TPPAS Sarimukti yang begitu lebar, tapi sampah di Kabupaten Bandung terbilang terkendali. Sebagian timbulan sudah dapat terkelola di tingkat rumah tangga dan wilayah, juga melalui tempat pengolahan sampah terpadu (3R), bank sampah, maupun fasilitas lainnya," kata Wahid.
DLH Kabupaten Bandung mencatat kuota pengangkutan sampah dari wilayahnya ke TPPAS Regional Sarimukti sekitar 280,37 ton per hari, sedangkan timbulan sampah mencapai sekitar 1.820 ton per hari, sehingga pengelolaan dari sumber menjadi bagian penting dalam mengurangi beban pengangkutan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.