Pemerintah tegaskan Warung Pangan bukan saingan KDKMP
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memastikan jaringan Warung Pangan yang bermitra dengan BUMN Klaster Pangan serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak saling berbenturan, melainkan memiliki peran masi...
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memastikan jaringan Warung Pangan yang bermitra dengan BUMN Klaster Pangan serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak saling berbenturan, melainkan memiliki peran masing-masing dalam memperkuat ekosistem distribusi pangan nasional.
Dalam peluncuran Warung Pangan ID FOOD di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Warung Pangan yang dikembangkan oleh ID FOOD merupakan instrumen stabilisasi harga pangan melalui jaringan warung yang telah berkembang di masyarakat.
Menurut Hanif, keberadaan Warung Pangan tidak ditujukan untuk berkompetisi dengan program pemerintah lainnya, termasuk KDKMP yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah.
“Kita tidak kemudian membentur-benturkan dengan instrumen yang lain, seumpama hari ini pemerintah dengan masif membangun KDKMP. KDKMP ini tidak kemudian dibentur-benturkan untuk bisnis yang ada, tetapi mengambil celah yang kemudian masih terputus,” ujarnya.
Ia menjelaskan KDKMP akan memiliki peran dalam mendukung penyaluran barang-barang subsidi pemerintah dan program bantuan sosial agar dapat diterima masyarakat dengan harga yang sesuai.
Sementara itu, Warung Pangan diarahkan untuk memperkuat sisi pasar melalui jaringan warung yang sudah ada.
“ID FOOD mempunyai peran yang lebih kepada organik lagi, langsung masuk pada sisi pasar melalui Warung Pangan ini,” katanya.
Hanif berharap jaringan Warung Pangan terus berkembang dan tidak hanya menangani komoditas yang menjadi bagian dari program pemerintah, tetapi juga berbagai komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.
Baca juga: Pemerintah dorong 27 ribu mitra Warung Pangan bantu stabilisasi harga
Baca juga: ID FOOD siapkan langkah antisipasi krisis pangan
Ia mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan terus mengoordinasikan penguatan Warung Pangan agar jaringan tersebut semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Pemerintah juga mendorong cabang-cabang ID FOOD di daerah untuk berperan sebagai agregator yang menghubungkan produsen atau pabrik dengan mitra Warung Pangan melalui dukungan stokis maupun gudang.
Ia menilai penguatan Warung Pangan penting terutama bagi pasar tradisional yang masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pasokan.
Menurutnya, pasar modern selama ini memiliki sistem logistik yang lebih terstruktur, sementara pedagang pasar tradisional kerap kesulitan mendapatkan stok untuk dijual kembali.
“Kita maklumi bahwa harga di pasar tradisional ini susah sekali untuk kita pegang sehingga keberadaan warung-pangan ini akan mengintervensi pada saat harga kemudian tidak stabil,” ujar Hanif.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan terdapat dua kerangka besar pemerintah dalam memperkuat distribusi pangan, yakni melalui KDKMP dan warung-warung pangan yang telah berkembang di masyarakat, termasuk di pasar tradisional.
Menurutnya, KDKMP memiliki peran dalam memastikan distribusi barang-barang yang mendapatkan subsidi pemerintah dapat langsung diterima masyarakat.
Sementara itu, ID FOOD melalui Warung Pangan akan memperkuat stabilisasi harga pangan di luar komoditas subsidi dengan memanfaatkan jaringan mitra yang telah ada.
Warung Pangan adalah aplikasi seluler yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bekerja sama dengan BUMN Klaster Pangan dan jaringan pemasok lainnya.
Melalui aplikasi yang tersedia, pelaku UMKM dapat membeli maupun menjual komoditas pangan kepada masyarakat.
Saat ini, layanan Warung Pangan telah menjangkau 108 kota dengan 28.438 mitra dan menawarkan 425 produk pangan.
Baca juga: PPI perluas mitra Warung Pangan hingga ke pasar tradisional
Baca juga: Pedagang minyak goreng curah dukung adanya warung pangan di pasar
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.