Pemerintah rilis sistem ukur dampak bencana ke risiko fiskal daerah
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah merilis sistem terintegrasi yang mengukur dampak bencana terhadap risiko perekonomian dan fiskal daerah bernama Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE).Pe...
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah merilis sistem terintegrasi yang mengukur dampak bencana terhadap risiko perekonomian dan fiskal daerah bernama Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE).
Peluncuran itu dilakukan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan bersama United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Plt Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menjelaskan bencana menimbulkan tekanan fiskal dari dua sisi, yaitu menurunkan penerimaan daerah dan meningkatkan kebutuhan belanja.
Maka dari itu, pemerintah memandang pengelolaan risiko bencana harus dilakukan secara terukur dan proaktif, bukan hanya sebagai respons pascabencana.
"Kita perlu menggeser paradigma dari respons pascabencana (post-disaster response) menuju perecanaan pra-bencana (pre-disaster planning), dan dari kerugian pembiayaan (financing losses) menuju pengelolaan risiko (managing risks)," kata Nufransa.
ARISE dirancang untuk menyediakan informasi komprehensif mengenai bahaya, paparan, kerentanan, kerugian ekonomi, hingga dampak fiskal.
Dengan begitu, pemerintah daerah dapat memperkuat perencanaan mitigasi, kesiapan pembiayaan, dan strategi pengalihan risiko sebelum bencana terjadi.
"Bagi Pemerintah Pusat, ARISE menjadi salah satu basis kebijakan berbasis bukti dalam menyempurnakan kebijakan transfer ke daerah (TKD) dan pengelolaan keuangan daerah," ujarnya menambahkan.
Implementasi awal ARISE dilakukan di Provinsi Bali. Selanjutnya, pemerintah bersama UNDRR dan ITB berkomitmen memperluas ke empat provinsi, yaitu Aceh, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.
Dalam jangka panjang, ARISE diharapkan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia guna memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi dampak fiskal bencana.
Pemerintah berharap ARISE dapat menjadi langkah awal penguatan ketahanan fiskal daerah dalam menghadapi guncangan bencana dan perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Baca juga: Menkeu tekankan pengawasan anggaran untuk stabilitas fiskal NTT
Baca juga: Kemenkeu sebut anggaran TKD pada 2027 sebesar 2,5-2,7 persen dari PDB
Baca juga: Kemenkeu salurkan tambahan TKD Rp4,4 T ke 3 provinsi terdampak bencana
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.