Pemerintah genjot industri tekstil untuk buka lapangan kerja
Pemerintah mendorong industri tekstil dan produk tekstil serta sepatu tumbuh lebih cepat untuk membuka lapangan kerja secara masif. Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, ANTARA News jogja 2 ...
Pemerintah genjot industri tekstil untuk buka lapangan kerja
Selasa, 22 September 2026 16:38 WIB
Arsip - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). ANTARAFOTO/Maulana Surya/ag
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendorong industri tekstil dan produk tekstil serta sepatu tumbuh lebih cepat untuk membuka lapangan kerja secara masif.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan industri tekstil dan sepatu merupakan sektor padat karya yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
"Pak Presiden juga ingin industri ini tumbuh dengan cepat supaya membuka lapangan pekerjaan masif. Ini kan industri yang padat karya," kata Dony.
Menurut Dony, pemerintah saat ini tengah membahas langkah yang diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang sehat agar industri tersebut dapat berkembang.
Ia menyebut pemerintah melihat sejumlah negara, termasuk Vietnam, mampu mencatat pertumbuhan industri yang sangat cepat.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan industri dalam negeri juga dapat tumbuh secara kompetitif.
"Karena kita lihat kan Vietnam tumbuh sangat cepat, negara-negara itu tumbuh sangat cepat," ujarnya.
Dony mengatakan upaya mendorong pertumbuhan industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Pemerintah perlu memperhatikan berbagai faktor secara menyeluruh, mulai dari penguasaan pasar dalam negeri, peluang ekspor, hingga pembiayaan.
Selain itu, pemerintah juga akan mempertimbangkan perbaikan pabrik serta peningkatan kompetensi tenaga kerja agar industri nasional semakin kompetitif.
"Tentu nanti dalam proses kita ingin memajukan industri, tentu semua faktornya mesti diperhatikan. Tadi faktor market bagaimana, penguasaan market dalam negeri, kemudian juga faktor ekspor, termasuk di dalamnya faktor financing," jelas Dony.
Dony mengatakan belum bisa merinci bentuk kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk mendorong industri tekstil dan sepatu.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut masih akan dibahas lebih lanjut setelah melihat kondisi dan kebutuhan industri.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026