Pembacaan teks proklamasi 1.000 difabel di Malioboro tercatat di Muri
Kegiatan pembacaan teks proklamasi dengan bahasa isyarat oleh 1.000 orang penyandang disabilitas di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta berhasil tercatat dalam Museum ANTARA News jogja 29 ...
Pembacaan teks proklamasi 1.000 difabel di Malioboro tercatat di Muri
Rabu, 12 Agustus 2026 21:27 WIB
Penyandang disabilitas mengikuti pembacaan teks proklamasi menggunakan bahasa isyarat dalam rangkaian Suara Inklusi untuk Semua 2026 di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang digelar Diwa Foundation jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu melibatkan sekitar 1.000 penyandang disabilitas sebagai upaya pencatatan Rekor MURI. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana
Yogyakarta (ANTARA) - Kegiatan pembacaan teks proklamasi dengan bahasa isyarat oleh 1.000 orang penyandang disabilitas di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta berhasil tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
"Hari ini kita menyaksikan pembacaan teks proklamasi menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas. Tentu ini adalah inisiatif yang sangat layak kita apresiasi bersama," kata Wakil Gubernur DIY KGPPA Paku Alam X di Yogyakarta, Rabu sore.
Meski demikian, menurut Wagub, pembacaan teks proklamasi dengan bahasa isyarat bukan dalam upaya pencatatan rekor itu sendiri, melainkan pada esensi pesan yang hendak disampaikan.
Ketika teks proklamasi dihadirkan melalui bahasa isyarat, sesungguhnya yang sedang ditegaskan bukan hanya kemampuan untuk menerjemahkan kata-kata ke dalam gerak dan isyarat.
"Namun ditegaskan adalah nilai-nilai kebangsaan, semangat kemerdekaan, dan ruang partisipasi dalam kehidupan bersama harus dapat dijangkau oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali," katanya.
Menurut dia, kemajuan suatu bangsa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh apa yang berhasil dibangun.
"Tetapi juga oleh sejauh mana setiap warga negara memperoleh kesempatan untuk hadir, berpartisipasi, dan diakui sebagai bagian yang utuh dari kehidupan bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini membawa pesan kemanusiaan.
"Sejak dahulu Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota budaya yang mengajarkan nilai-nilai luhur tentang penghormatan kepada sesama, gotong royong serta semangat tepo seliro," katanya.
Menurut dia, nilai-nilai itu menyatakan setiap manusia apapun kondisi dan latar belakangnya memiliki martabat yang sama, karena dia meyakini Yogyakarta adalah tempat yang sangat tepat untuk menyuarakan pesan kemanusiaan.
"Setiap anak bangsa berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik, apa yang kita gaungkan dari Yogyakarta ini saya harapkan dapat menjadi inspirasi bagi tempat-tempat lain di Indonesia," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pembacaan teks proklamasi oleh 1.000 difabel di Malioboro catatkan rekor Muri
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026