Pemadaman kebakaran lahan dekat permukiman jadi prioritas
Masih maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus bekerja keras memadamkan api, terlebih jika kebakaran lahan terjadi ANTARA News kalteng 1 ...
Pemadaman kebakaran lahan dekat permukiman jadi prioritas
Jumat, 7 Agustus 2026 13:58 WIB
Petugas berusaha memadamkan kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 4 yang menjalar mendekati Perumahan Pandawa, Kamis malam (6/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim
Sampit (ANTARA) - Masih maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus bekerja keras memadamkan api, terlebih jika kebakaran lahan terjadi dekat permukiman sehingga harus diprioritaskan.
"Kita prioritaskan agar api tidak terus menjalar hingga ke permukiman warga. Hingga malam hari, personel dan peralatan dikerahkan untuk memastikan kebakaran tidak merambah ke permukiman," kata Wakil Kordinator III Satuan Tugas Karhutla Kotawaringin Timur, Rihel di Sampit, Jumat.
Seperti pada Kamis (6/8) kebakaran lahan cukup luas terjadi di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 4. Petugas harus bekerja keras karena api cukup cepat meluas hingga mendekati permukiman warga di Perumahan Pandawa.
Kondisi itu sempat menimbulkan kepanikan warga. Terlebih pada Kamis malam, nyala api sangat jelas terlihat sehingga membuat warga semakin khawatir.
Lebih dari empat jam petugas gabungan berjibaku di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan hingga malam hari untuk memastikan api bisa dilokalisir agar tidak menjalar membakar rumah warga.
Luasnya lahan yang terbakar membuat lokasi kejadian terlihat memerah oleh cahaya api. Asap yang ditimbulkan juga menjadi tantangan bagi petugas di lokasi kebakaran.
Petugas juga harus berhati-hati karena terbatasnya penerangan di lokasi kebakaran. Selain itu, sebaran api yang cukup luas harus dihadapi ekstra hati-hati agar tidak sampai ada petugas yang terluka.
"Kebakaran membesar mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Sampai malam hari, luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mendekati tiga sampai empat hektare," tambah Rihel.
Baca juga: Dinkes Kotim gencarkan pembagian masker gratis cegah dampak asap pekat
Kebakaran lainnya yang juga cukup dekat dengan permukiman warga terjadi di Jalan Pramuka. Warga setempat sampai bersiaga, termasuk dengan peralatan pemadam kebakaran sederhana yang mereka rakit sendiri untuk mengantisipasi kemungkinan api semakin mendekat ke perumahan mereka.
Rihel menyebut, sepanjang Kamis setidaknya ada 13 titik lokasi kebakaran. Dari jumlah tersebut, kebakaran paling luas terjadi di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 4 dekat Perumahan Pandawa.
Jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau pada Kamis juga cukup tinggi yaitu 268 titik. Satgas terus bersiaga dan berpatroli untuk menangani dengan cepat jika terjadi kebakaran lahan.
"Untuk kebakaran yang lokasinya sulit dijangkau tim dari jalur darat, tentu kita koordinasikan agar dibantu ditangani melalui udara dengan water bombing (pengeboman air) menggunakan helikopter BNPB yang disiagakan di Palangka Raya," demikian Rihel.
Satgas Karhutla Kotawaringin Timur mengimbau kepada masyarakat untuk turut membantu mencegah dan menanggulangi karhutla agar tidak sampai menimbulkan kabut asap parah. Semua pihak diingatkan untuk tidak membakar lahan karena aparat penegak hukum memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Baca juga: Kasus dugaan dana hibah pilkada Rp40 miliar, lima komisioner KPU Kotim jadi tersangka
Baca juga: Warga Graha Pramuka Sampit rakit alat pemadam sederhana antisipasi karhutla
Baca juga: BKSDA Sampit apresiasi kepedulian warga selamatkan anak orangutan
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.