pickleballvnz.com

Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di Jepara dijadwalkan 20 Agustus 2026

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dijadwalkan tanggal 20 Agustus 2026, ANTARA News jateng peristiwa ...

Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di Jepara dijadwalkan 20 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 20:40 WIB

Image Print

Bangunan Sekolah Rakyat di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sangat megah dan segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa yang ditargetkan pekan depan dimulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Jepara (ANTARA) - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dijadwalkan tanggal 20 Agustus 2026, setelah dipastikan bangunan fisiknya selesai dikerjakan.

"Saat ini diperkirakan progres pengerjaan fisik bangunan Sekolah Rakyat di Desa Suwawal berkisar 95 persen-an. Namun, pada tanggal 20 Agustus 2026 tentu bisa 100 persen karena itu pelaksanaan MPLS dijadwalkan hari itu," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara Muh. Ali di Jepara, Minggu.

Untuk siswanya, kata dia, juga sudah siap, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMA.

Kuota masing-masing jenjang sekolah, imbuh dia, sama sebanyak 90 siswa, sedangkan pendaftarnya memang cukup banyak. Namun, karena dibatasi kuota 90 anak, maka setiap jenjang hanya menerima 90 murid, baik SD, SMP, maupun SMA.

Awalnya, kata dia, pendaftar SD hanya 66 pendaftar, namun melalui proses penyisiran intensif bersama perangkat desa dan unsur Babinsa/Bhabinkamtibmas, jumlah siswa SD berhasil mencapai angka 90 anak.

Kondisi berbeda terjadi pada tingkat SMP yang mengalami kelebihan pendaftar (overload) mencapai 160 anak, sehingga pihak dinas harus melakukan skrining ketat untuk memprioritaskan siswa dengan grid ekonomi terendah guna memenuhi kapasitas 90 kursi. Sementara itu, untuk tingkat SMA tercatat sebanyak 93 pendaftar.

Dia mengatakan seluruh kesiapan sarana dan prasarana ditargetkan selesai maksimal pada 20 Agustus 2026 sesuai kontrak dengan pihak kementerian terkait.

Sekolah rakyat tersebut disiapkan dengan fasilitas yang sangat lengkap bagi anak-anak fakir miskin ekstrem yang selama ini susah untuk belajar dan tidak punya akses pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara Asri Linda Listyaningrum mengatakan berdasar jadwal, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat akan dimulai pada 20 Agustus 2026. Namun, untuk 75 siswa sekolah dasar (SD) eksisting yang selama ini mengikuti proses belajar mengajar di BLK Jepara akan menempati gedung baru pada tanggal 18 Agustus 2026.

"Kami juga akan melakukan pengecekan pada tanggal 15 Agustus 2026, karena penyedia jasa menjanjikan pekerjaan sudah selesai 100 persen," ujarnya.

Hari berikutnya, kata dia, pihaknya segera melakukan pembersihan ruang kelas, gedung serba guna, maupun asrama, termasuk pengaturan dari empat gedung asrama tersebut untuk murid laki-laki maupun perempuan.

Terkait tenaga pengajar, dia mengakui masih kurang karena saat ini hanya tiga guru ASN dan dua guru bantu untuk mengampu Pendidikan Agama Islam dan olahraga. Namun, nantinya ada tambahan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial, termasuk bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara dan Provinsi Jateng.

Untuk guru SMA terpenuhi 17 orang, sedangkan SMP sebanyak 12 orang, sedangkan SD masih membutuhkan tambahan karena ada tambahan enam rombongan belajar enam guru kelas, dua guru olahraga, serta dua guru Pendidikan Agama Islam.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.