pickleballvnz.com

Pecah Sedikit Tetap Ganti Satu Set, Ini Penyebab Lampu Mobil Modern Mahal

 Otomotif Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB California, VIVA – Kerusakan rin...

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB

California, VIVA – Kerusakan ringan pada lampu mobil dulu umumnya hanya membutuhkan penggantian bohlam atau penutup lampu. Namun pada mobil modern, benturan kecil sekalipun bisa berujung pada penggantian satu unit lampu secara utuh dengan biaya yang jauh lebih mahal.

Baca Juga

Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Sabtu, 25 Juli 2026, perusahaan asuransi asal Jerman, Allianz, menyebut teknologi lampu kendaraan menjadi salah satu penyebab meningkatnya biaya perbaikan mobil dalam beberapa tahun terakhir. Kompleksitas sistem pencahayaan modern membuat biaya penggantian terus mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Allianz, sekitar 870 ribu lampu depan kendaraan mengalami kerusakan akibat kecelakaan setiap tahun di Jerman. Rata-rata harga satu unit lampu depan juga naik dari 708 euro pada 2015 menjadi 1.251 euro pada 2025, bahkan untuk beberapa model tertentu harganya bisa mencapai 6.700 euro.

Baca Juga

Mahalnya biaya tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi pada sistem pencahayaan kendaraan. Jika sebelumnya lampu mobil hanya berfungsi sebagai penerangan, kini banyak model telah dibekali fitur seperti adaptive headlamp, matrix LED, hingga lampu laser yang dipadukan dengan berbagai sensor dan modul elektronik.

Teknologi tersebut memang mampu meningkatkan visibilitas sekaligus keselamatan berkendara, terutama saat malam hari. Namun di sisi lain, kerusakan kecil pada salah satu bagian lampu sering kali membuat seluruh unit harus diganti karena komponen di dalamnya menyatu dalam satu modul.

Baca Juga

Menurut Allianz, persoalan utamanya bukan pada teknologi yang semakin canggih, melainkan desain lampu yang dinilai kurang mendukung proses perbaikan. Pada banyak kendaraan, lensa, rumah lampu, hingga modul elektronik tidak dapat diganti secara terpisah sehingga bengkel terpaksa mengganti seluruh unit meski kerusakan hanya terjadi pada satu bagian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Allianz Center for Technology, Christian Sahr, mengibaratkan kondisi tersebut seperti membuang jas mahal hanya karena kehilangan satu kancing. Ia menilai pabrikan seharusnya mulai merancang lampu yang lebih mudah diperbaiki, bukan hanya diganti secara keseluruhan.

Allianz pun mendorong produsen kendaraan dan regulator untuk membuka lebih banyak opsi perbaikan. Langkah tersebut dinilai tidak hanya dapat menekan biaya perbaikan bagi pemilik kendaraan dan perusahaan asuransi, tetapi juga mengurangi limbah karena komponen yang masih layak pakai tidak ikut terbuang.

Halaman Selanjutnya

Dalam laporannya, Allianz menyebut Toyota sebagai salah satu contoh pabrikan yang mulai menerapkan konsep tersebut. Pada beberapa model, sejumlah komponen lampu seperti lensa, rumah lampu, modul elektronik, hingga dudukan dapat diganti secara terpisah tanpa harus mengganti satu unit lampu depan secara utuh.