pickleballvnz.com

PDIP Magetan sebut Riyin punya PR besar pulihkan kepercayaan publik - ANTARA News Jawa Timur

Magetan (ANTARA) - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa menyebutkan Ketua DPRD Magetan yang baru dilantik, Riyin Nur Asiyah, memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam kepemimpinannya untuk meng...

Magetan (ANTARA) - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa menyebutkan Ketua DPRD Magetan yang baru dilantik, Riyin Nur Asiyah, memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam kepemimpinannya untuk mengembalikan kepercayaan publik Magetan, usai kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat sebelumnya.

"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi momentum untuk menghadirkan kembali DPRD sebagai rumah rakyat. PR terbesar ke depan adalah mengembalikan kepercayaan rakyat Magetan," ujar Diana Sasa usai menghadiri pelantikan Ketua DPRD Magetan yang baru Riyin Nur Asiyah di ruang paripurna DPRD Magetan, Jawa Timur, Selasa.

Menurutnya, jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Diana menilai dinamika politik yang terjadi di Magetan menjadi catatan bersama seluruh pihak. Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen dan memastikan DPRD bekerja secara transparan, kritis, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Rakyat tidak hanya melihat siapa yang menduduki jabatan, tetapi melihat bagaimana lembaga tersebut bekerja. Apakah suara mereka didengar, apakah aspirasi mereka diperjuangkan, dan apakah kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat," katanya.

Diana menegaskan PDI Perjuangan akan tetap menjalankan fungsi politiknya dengan mengawal jalannya pemerintahan dan kerja-kerja DPRD.

"Kami siap bekerja sama untuk kepentingan rakyat, tetapi juga akan tetap memberikan catatan kritis apabila ada hal yang perlu diperbaiki. Demokrasi yang sehat membutuhkan kerja sama sekaligus pengawasan," kata dia.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.