pickleballvnz.com

PDAM: Ketersediaan air tanah di Surakarta tak jamin kelayakan konsumsi

Surakarta (ANTARA) - PDAM Toya Wening menilai melimpahnya cadangan air tanah di wilayah Surakarta, Jawa Tengah tidak menjamin kelayakan serta keamanannya untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya di tengah ancaman...

Surakarta (ANTARA) - PDAM Toya Wening menilai melimpahnya cadangan air tanah di wilayah Surakarta, Jawa Tengah tidak menjamin kelayakan serta keamanannya untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya di tengah ancaman dampak kemarau panjang dan anomali iklim saat ini.

Manajer Air Limbah PDAM Toyo Wening Surakarta, Bayu Tunggul mengatakan bahwa secara geografis Kota Surakarta memang berada pada posisi cekungan wilayah Gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu yang memungkinkan air mudah didapatkan, bahkan dari sumur dangkal kedalaman kurang dari 12 meter atau cukup dengan dua jaringan pipa saja.

"Secara geografis Surakarta dapat air dengan mudah. Tetapi pertanyaannya apakah air itu sehat, karena berada dalam cekungan, nah itu yang jadi pertanyaan besar," kata Bayu dalam acara "Temu Media Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Master Meter" di Surakarta, Kamis.

Dia menguraikan bahwa kemudahan warga dalam menggali air tanah dangkal kerap mengecoh persepsi publik terkait keamanan air minum harian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Baca juga: Khofifah sebut 25 daerah ajukan bantuan air bersih imbas kekeringan

Hal ini diperkuat berdasarkan hasil pengujian sampel laboratorium oleh tim PDAM yang menemukan mayoritas air sumur dangkal positif tercemar bakteri E. coli. Menurut dia, pengujian tersebut dilakukan sesuai standar kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Pencemaran mikroorganisme ini dipicu oleh rapatnya jarak antara sumur gali warga dengan fasilitas penampungan limbah domestik atau septic tank di kawasan pemukiman padat penduduk," cetusnya.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa fokus tantangan penanganan air saat musim kemarau di Surakarta bukan sekadar ketercukupan debit fisik, melainkan kepastian kualitas air minum aman yang bebas dari ancaman bakteri.

"Jadi kalau dibilang akses air minum aman, ini yang jadi pertanyaan kita bersama. Aman itu harus bebas bakteri E. coli, sedangkan kalau isu kekeringan fisik sebetulnya warga masih bisa mendapatkan air," kata dia menambahkan.

Baca juga: BNPB: 900 ribu liter air didistribusikan atasi kekeringan di Kendal

Guna mengintervensi potensi gangguan kesehatan masyarakat tersebut, PDAM meluncurkan program stimulan layanan perpipaan bertajuk "Pasang Baru Dahaga" dengan memberikan potongan biaya instalasi sebesar Rp500.000 bagi pelanggan baru.

Langkah insentif tersebut dihadirkan untuk mempermudah masyarakat beralih dari penggunaan sumur dangkal yang tercemar menuju jaringan air perpipaan resmi teruji guna menjamin ketahanan sanitasi dan kesehatan keluarga.

Bayu pun mengungkapkan bahwa pemerintah Surakarta membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi para mitra untuk bersama-sama memperluas wilayah jangkauan saluran air bersih.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan bersama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) yang mendukung pembukaan jaringan air bersih berbasis pompanisasi "Master Meter" untuk 50 keluarga prasejahtera di Margorejo, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Kami tentu sangat mendukung inisiatif yang demikian" ungkapnya.

Baca juga: BNPB: Tanggap darurat kekeringan & karhutla di Sidrap hingga November

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.