Pasar kendaraan komersial capai 71.759 unit hingga Agustus 2026 - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Pasar kendaraan komersial Indonesia mencapai 71.759 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, meningkat 36,87 persen dari 52.430 unit pada periode sama tahun sebelumnya, berdasarkan data yang dihi...
Jakarta (ANTARA) - Pasar kendaraan komersial Indonesia mencapai 71.759 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, meningkat 36,87 persen dari 52.430 unit pada periode sama tahun sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).
Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan kendaraan komersial memiliki peran dalam menopang kegiatan logistik, industri, dan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia.
"Kendaraan-kendaraan komersial seperti truk, pick up, ataupun bus, ini menjadi tulang punggung di dalam logistik ataupun industri, serta distribusi ke seluruh Indonesia," kata Anjar dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.
Di tengah perkembangan pasar tersebut, ia menyebut pangsa pasar kendaraan komersial perusahaan sebesar 26,1 persen hingga Agustus 2026.
Berdasarkan materi paparan perusahaan, pangsa pasar Isuzu Traga tercatat 50,3 persen pada segmennya, sedangkan Elf sebesar 18,9 persen dan Giga 18,3 persen hingga Agustus 2026.
Anjar mengatakan pertimbangan pelaku usaha dalam membeli kendaraan komersial kini tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi dan harga, tetapi juga biaya operasional per kilometer, kapasitas muatan, efisiensi bahan bakar, waktu operasional kendaraan, pengembalian investasi, nilai jual kembali, serta layanan purnajual.
Menurut dia, waktu operasional kendaraan berkaitan langsung dengan produktivitas pelaku usaha karena kendaraan yang berhenti beroperasi dapat menghambat kegiatan bisnis dan berdampak terhadap pendapatan.
Selain dari sisi pasar, IAMI mencatat produksi kumulatif di Isuzu Karawang Plant telah mencapai 300.000 unit pada Juli 2026. Fasilitas tersebut juga digunakan untuk memproduksi kendaraan UD Trucks.
"Ini tidak hanya sekadar suatu pencapaian produksi, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang Isuzu di dalam membangun kemampuan manufacturing di Indonesia," ujar Anjar.
Perusahaan juga mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Isuzu Traga sebesar 46,45 persen, Elf 33,04 persen, dan Giga 38,07 persen.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Juli 2026 menyebut IAMI sebagai satu-satunya industri kendaraan komersial yang seluruh produknya telah memiliki sertifikat TKDN.
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo mencatat IAMI memiliki 33 sertifikat TKDN, dengan nilai TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) tertinggi di atas 62 persen.
Menurut Kris, capaian tersebut mencerminkan penguatan penggunaan komponen lokal sekaligus mendukung struktur industri nasional melalui keterlibatan rantai pasok dalam negeri.
Secara lebih luas, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin 2025-2029 menempatkan peningkatan ekspor dan diversifikasi produk sebagai salah satu sasaran.
Pemerintah menargetkan tingkat partisipasi produk otomotif Indonesia, termasuk kendaraan listrik, dalam rantai nilai global sebesar 25 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 36 persen pada 2029.
Dari sisi pasar luar negeri, perusahaan menyebut kendaraan produksi Indonesia telah diekspor lebih dari 4.000 unit ke 25 negara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pasar kendaraan komersial capai 71.759 unit hingga Agustus 2026
Pewarta: Aria Ananda
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.