Pasar Industri Kecantikan UEA Capai US$14,8 Miliar, Ini Peluang Bisnis bagi RI
Bisnis Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:46 WIB Jakarta, VIVA – Industri kecanti...
Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:46 WIB
Jakarta, VIVA – Industri kecantikan global terus berkembang, seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap perawatan diri, kesehatan kulit, wewangian, dan gaya hidup sehat. Perubahan preferensi tersebut turut mendorong pelaku industri untuk menghadirkan produk yang tidak hanya mengutamakan penampilan, tetapi juga menawarkan pengalaman perawatan yang lebih menyeluruh.
Baca Juga
Salah satu kawasan yang menarik perhatian adalah Timur Tengah, terutama Uni Emirat Arab (UEA). Pasar ini memiliki potensi besar bagi industri kecantikan karena didukung oleh pertumbuhan sektor wellness, minat terhadap wewangian, serta kebutuhan konsumen terhadap produk perawatan diri berkualitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Indonesia, perkembangan tersebut membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor sekaligus memperkenalkan kekayaan sumber daya alam Nusantara kepada konsumen internasional. Dengan mengandalkan bahan alami, inovasi, dan karakter lokal, industri kecantikan nasional berpeluang mengambil bagian dalam rantai pasok kecantikan global.
Baca Juga
Data Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor produk beauty and personal care Indonesia mencapai US$2,05 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat 16,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri kecantikan Indonesia memiliki potensi untuk terus memperkuat daya saing di pasar internasional.
Lantas, bagaimana peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku industri kecantikan Indonesia dari pertumbuhan pasar Timur Tengah? Berikut sejumlah aspek yang dapat menjadi perhatian, sebagaimana dihimpun Viva pada Jumat (9/10/2026).
Baca Juga
1. Pertumbuhan Pasar Wellness Membuka Peluang Baru
Perkembangan industri kecantikan kini semakin berkaitan dengan tren wellness atau gaya hidup yang mengutamakan kesejahteraan fisik dan mental. Konsumen tidak hanya mencari produk untuk menunjang penampilan, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman yang dapat mendukung rutinitas perawatan diri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tren tersebut menciptakan peluang bagi pelaku industri untuk mengembangkan pendekatan yang menggabungkan kecantikan, perawatan tubuh, wewangian, dan relaksasi. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut berpotensi menjangkau konsumen dengan preferensi yang semakin beragam.
Berdasarkan data Global Wellness Institute, ekonomi wellness Uni Emirat Arab mencapai US$40,8 miliar pada 2024. Nilainya tumbuh rata-rata 14,3 persen per tahun sepanjang periode 2019–2024, menjadikan negara tersebut salah satu pasar wellness dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, sektor personal care dan kecantikan di UEA mencapai US$14,8 miliar pada 2024. Besarnya nilai pasar tersebut menunjukkan adanya ruang bagi pelaku industri kecantikan Indonesia untuk menjajaki peluang bisnis di kawasan tersebut.