pickleballvnz.com

Pantaskah Negara Lionel Messi Disebut VARgentina?

 Bola Selasa, 14 Juli 2026 - 12:25 WIB VIVA – Langkah Timnas Argentina men...

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:25 WIB

VIVA – Langkah Timnas Argentina menuju semifinal Piala Dunia 2026 terus dibayangi kontroversi. Setelah menyingkirkan Swiss di babak perempat final, juara bertahan itu kembali menjadi sasaran kritik karena dianggap berkali-kali diuntungkan keputusan wasit dan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga

Di media sosial, tudingan terhadap Argentina semakin ramai. Bahkan, muncul istilah "VARgentina", sebuah sindiran yang menuding La Albiceleste kerap mendapat keuntungan dari keputusan VAR sepanjang turnamen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi terbaru terjadi saat Argentina mengalahkan Swiss. Penyerang Swiss, Breel Embolo, diganjar kartu kuning kedua usai dinilai melakukan diving setelah wasit mendapat masukan dari VAR.

Baca Juga

Keputusan tersebut memicu kemarahan kubu Swiss. Pelatih Murat Yakin secara terbuka menyebut aturan baru yang diterapkan FIFA dalam turnamen ini sulit diterima.

Sorotan terhadap kepemimpinan wasit pun semakin tajam karena FIFA mulai menerapkan sejumlah regulasi baru IFAB musim 2026/2027, termasuk aturan mengenai mistaken identity atau salah identitas.

Baca Juga

Namun, aturan yang seharusnya membantu wasit itu justru dinilai memunculkan polemik baru.

Mantan wasit FIFA, Christina Unkel, mengkritik penerapan regulasi tersebut. Menurutnya, VAR kini mulai melampaui fungsi awalnya.

"Saya rasa aturan ini sejak awal tidak seharusnya diterapkan karena cakupannya terlalu luas," kata Unkel.

Ia menilai VAR kini tidak hanya membantu mengoreksi identitas pemain yang dihukum, tetapi juga mengubah keputusan mendasar yang diambil wasit di lapangan.

"Di sinilah kita masuk ke area ketika VAR bertindak seperti wasit kedua, sesuatu yang sejak awal justru ingin dihindari," ujarnya.

Meski demikian, FIFA memilih tidak banyak berkomentar mengenai polemik tersebut. Badan sepak bola dunia itu hanya merujuk pada pernyataan Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang sebelumnya telah membantah adanya keberpihakan wasit kepada Argentina.

Kontroversi yang mengiringi perjalanan Argentina sebenarnya sudah muncul sejak fase gugur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat menghadapi Aljazair, Lionel Messi lolos dari kartu merah setelah diduga menginjak kaki kapten lawan, Aissa Mandi. Insiden itu memicu protes keras dari Federasi Sepak Bola Aljazair.

Drama kembali terjadi di babak 16 besar ketika Mesir merasa dirugikan setelah gol mereka dianulir VAR akibat pelanggaran dalam proses build-up. Mesir juga sempat meminta penalti di penghujung laga, namun wasit bergeming sebelum Argentina akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit ke-92.

Halaman Selanjutnya

Rangkaian keputusan tersebut membuat teori konspirasi kembali bermunculan di kalangan suporter sepak bola dunia. Julukan "VARgentina" pun semakin viral di media sosial menjelang duel panas melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.