Pangdam XXI/Raden Inten tegaskan lokasi Koperasi Merah Putih hasil musyawarah
Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi menegaskan penentuan lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah melalui mekanisme ANTARA News lampung 10 ...
Pangdam XXI/Raden Inten tegaskan lokasi Koperasi Merah Putih hasil musyawarah
Rabu, 22 Juli 2026 20:27 WIB
Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi saat meninjau progres pembangunan KDKMP di Pekon (Desa) Sidokaton, Kecamatan Giating, Kabupaten Tanggamus, Lampung. ANTARA/HO-Pangdam XXI/Radin Inten
Tanggamus (ANTARA) - Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi menegaskan penentuan lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah melalui mekanisme musyawarah dan mufakat bersama masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Pangdam saat meninjau progres pembangunan KDKMP di Pekon (Desa) Sidokaton, Kecamatan Giating, Kabupaten Tanggamus, Lampung Rabu, guna memastikan kesiapan koperasi yang diproyeksikan menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Penentuan lokasi koperasi ini telah melalui mekanisme musyawarah dan mufakat bersama masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan mari bersama-sama menjaga keberlangsungan koperasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Kristomei Sianturi sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Rabu.
Ia mengatakan Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep satu desa satu koperasi.
Menurut dia, keberadaan koperasi diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, dan gas dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
“Koperasi ini ibarat gula, menjadi penopang ekonomi masyarakat desa. Dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, kata dia, koperasi juga diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa dengan menampung hasil produksi masyarakat, menyediakan layanan simpan pinjam berbunga ringan, serta mengurangi ketergantungan warga kepada tengkulak.
Untuk mendukung pelayanan yang efektif dan transparan, Pangdam mendorong pengelola koperasi memanfaatkan teknologi informasi, seperti grup WhatsApp, guna menyampaikan informasi mengenai stok barang, harga, maupun layanan koperasi kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa sebelum diresmikan, gedung koperasi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti musyawarah desa maupun aktivitas sosial lainnya sehingga keberadaannya sudah memberikan manfaat bagi warga.
Menurut Pangdam, sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Melalui kolaborasi tersebut, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.