Panen Kurma di Arab Saudi, Petani Manjat Pohon Demi Ambil Buah
Jakarta - Panen kurma di Al-Ahsa, Arab Saudi, menjadi tradisi tahunan saat musim panas. Petani memanen jutaan pohon kurma secara manual dengan cara turun-temurun.Musim panas menjadi waktu penting bagi para peta...
Jakarta -
Panen kurma di Al-Ahsa, Arab Saudi, menjadi tradisi tahunan saat musim panas. Petani memanen jutaan pohon kurma secara manual dengan cara turun-temurun.
Musim panas menjadi waktu penting bagi para petani kurma di Arab Saudi. Saat suhu meningkat, perkebunan kurma mulai dipenuhi aktivitas panen buah yang telah matang.
Dilansir dari Instagram @tastetlas, (9/8/2026) tradisi tersebut berlangsung di sejumlah oasis yang menjadi sentra kurma. Salah satunya di Al-Ahsa, wilayah yang memiliki perkebunan kurma luas dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika musim panas mencapai puncaknya, petani di Al-Ahsa mulai memanen kurma. Buah yang telah matang dipetik dari pohon-pohon kurma yang menjulang tinggi.
Di Arab Saudi, proses panen kurma bahkan menjadi bagian tradisi. Foto: Instagram/tasteatlas
Al-Ahsa dikenal sebagai oasis terbesar di dunia yang berdiri sendiri. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 2,5 juta pohon kurma.
Aktivitas panen dilakukan secara tradisional, masih mengandalkan keterampilan para petani. Mereka memanjat batang pohon untuk menjangkau tandan kurma.
Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian karena tandan kurma dapat memiliki ukuran dan bobot yang cukup besar. Para petani kemudian memotong tandan yang telah mencapai tingkat kematangan yang tepat.
Momen panen ini turut menunjukkan hubungan erat antara masyarakat Al-Ahsa dan perkebunan kurma. Tradisi tersebut telah berlangsung dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Terutama ketika musim panas di mana banyak pohon kurma siap dipanen. Foto: Instagram/tasteatlas
Kurma bukan sekadar hasil pertanian bagi masyarakat Arab Saudi. Buah ini telah menjadi bagian dari budaya, tradisi, serta kebiasaan menjamu tamu selama ribuan tahun.
Kurma memiliki beragam tingkat kematangan dengan karakter yang berbeda. Al-Ahsa juga dikenal memiliki berbagai varietas kurma yang bernilai tinggi.
Salah satu yang disebut dalam unggahan tersebut adalah Khalas. Khalas dipanen ketika buah berada pada tingkat kematangan yang dianggap paling baik. Varietas ini dikenal dengan cita rasa manis dan karakter khasnya.
Proses pemanenan menjadi puncak dari perjalanan panjang budidaya kurma. Sebelum dipetik, buah harus dirawat hingga mencapai waktu panen yang sesuai.
Bagi masyarakat setempat, panen kurma tak sekadar menghasilkan buah, tapi juga cara untuk menjaga tradisi pertanian yang telah berlangsung selama generasi.
(dfl/adr)