PAM Jaya Perketat Budaya K3, Proyek Jaringan Pipa 7.000 Kilometer Jadi Tantangan Besar
Skala pembangunan jaringan perpipaan PAM Jaya yang terus dikebut hingga 2029 membawa konsekuensi besar, yakni risiko kerja di lapangan ikut meningkat. Karena itu, perusahaan menegaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak boleh berhenti sebagai aturan administratif, melainkan harus menjadi kebiasaan dalam setiap pekerjaan.
Bagikan:
JAKARTA - Skala pembangunan jaringan perpipaan PAM Jaya yang terus dikebut hingga 2029 membawa konsekuensi besar, yakni risiko kerja di lapangan ikut meningkat. Karena itu, perusahaan menegaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak boleh berhenti sebagai aturan administratif, melainkan harus menjadi kebiasaan dalam setiap pekerjaan.
PAM Jaya menggelar Sosialisasi dan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama jajaran komisaris, direksi, serta perusahaan mitra yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional. Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat pengawasan keselamatan di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur.
Direktur Strategi dan Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, mengatakan berbagai kejadian yang pernah terjadi di lapangan menjadi pengingat penerapan K3 membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak.
"Oleh karena itu, penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," kata Anugrah dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus.
PAM Jaya saat ini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengejar target cakupan layanan perpipaan 100 persen pada 2029. Tantangan tersebut semakin besar karena sebagian jaringan pipa yang ada telah berusia lebih dari satu abad, sehingga pekerjaan di lapangan memiliki tingkat kompleksitas tersendiri.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, menyebut perusahaan akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru untuk melengkapi jaringan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer.
Menurut dia, besarnya proyek tersebut harus diikuti dengan pengawasan K3 yang lebih ketat, termasuk terhadap perusahaan mitra yang terlibat dalam pekerjaan.
"Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif. Karena itu, implementasi SOP K3 harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan. PAM Jaya juga sedang menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra. Ke depan, identitas mitra akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan agar akuntabilitas semakin jelas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh mitra harus memiliki kepedulian yang sama terhadap penerapan K3 tanpa terkecuali," ujar Santika.
Selain memperkuat pengawasan, PAM Jaya juga mendorong adanya perlindungan bagi para pekerja yang menjalankan aktivitas berisiko di lapangan. Perusahaan memastikan aspek keselamatan pekerja menjadi bagian dari pelaksanaan proyek, bukan hanya pelengkap dalam dokumen pekerjaan.
Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Marsudi, meminta seluruh mitra kerja memiliki standar kepedulian yang sama terhadap keselamatan. Menurutnya, keterlibatan dalam proyek PAM Jaya berarti ikut menjaga kepentingan masyarakat sebagai pelanggan.
"Oleh sebab itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan," ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perusahaan mitra. Langkah itu menjadi penegasan setiap pekerjaan pembangunan dan operasional PAM Jaya harus berjalan dengan standar keselamatan yang sama, seiring target besar perluasan layanan air perpipaan di Jakarta.
DOK PAM Jaya
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+