Pakar nilai Asta Cita Prabowo-Gibran berjalan sesuai jalur - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Pakar Kebijakan Publik dan Ekonomi Anzori Tawakal menilai pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada pada jalur yang tepat ...
Bengkulu (ANTARA) - Pakar Kebijakan Publik dan Ekonomi Anzori Tawakal menilai pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada pada jalur yang tepat selama 21 bulan pemerintahan.
"Kalau kita evaluasi, kalau kita ikuti, baru 21 bulan pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ini, Asta Cita ini sudah terealisasi on the track dan memang dengan kerja keras," kata Anzori di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan arah kebijakan pemerintah diperkuat melalui berbagai program di sektor pangan, energi, kesehatan, pendidikan, investasi, sosial, perumahan, hingga pembangunan infrastruktur dasar.
Salah satu kebijakan yang dinilai penting ialah upaya mencapai kedaulatan pangan. Anzori mengatakan capaian swasembada pangan yang lebih cepat dari target menjadi salah satu indikasi program transformasi sektor ekonomi mulai menunjukkan hasil.
Ia juga menilai kebijakan hilirisasi dan pengembangan energi berbasis kelapa sawit melalui B50 menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sektor pembangunan sumber daya manusia, program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai investasi jangka panjang karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan anak, tetapi juga kesehatan dan kualitas generasi mendatang.
Baca juga: Pidato Prabowo di MPR buktikan kerja positif pemerintah
"Program ini akan merupakan investasi di sektor kesehatan pendidikan kita jangka panjang menuju anak-anak yang sehat, cerdas, kuat dan unggul," katanya.
Anzori mengatakan berbagai program transformasi menunjukkan pemerintah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengarahkan kebijakan pada penguatan ketahanan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, perumahan, pangan, energi, dan infrastruktur dasar.
Meski demikian, dia menilai pencapaian target program tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah pusat. Implementasi di lapangan membutuhkan sinkronisasi, koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Baca juga: Puan Maharani buka Sidang DPR yang dihadiri Presiden Prabowo
"Sinergi kolaborasi ini adalah salah satu syarat mutlak supaya betul-betul pelaksanaan dan implementasinya betul-betul bermanfaat dan optimal," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8), menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan.
Presiden mengatakan kebijakan tersebut mencakup berbagai sektor untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sejumlah kebijakan yang disampaikan antara lain swasembada pangan, penyederhanaan aturan penyaluran pupuk, swasembada energi melalui B50, program makanan bergizi, hilirisasi, dan bantuan sosial.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.