Pakar: manfaat ekonomi jadi ukuran keberhasilan RI di BRICS
Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah mengatakan keberhasilan keterlibatan Indonesia dalam BRICS setelah KTT dapat diukur dari peningkatan manfaat ekonomi dan pengaruh ANTARA News sulteng 5 ...
Pakar: manfaat ekonomi jadi ukuran keberhasilan RI di BRICS
Kamis, 10 September 2026 20:48 WIB
Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)
Jakarta (ANTARA) - Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah mengatakan keberhasilan keterlibatan Indonesia dalam BRICS setelah KTT dapat diukur dari peningkatan manfaat ekonomi dan pengaruh diplomatik Indonesia di antara negara-negara anggota dan mitra BRICS.
"Meningkatnya kontrak perdagangan dan investasi antara RI dengan negara-negara yang telah lebih awal menjadi anggota BRICS, sehingga berkontibusi bagi kenaikan GNP secara kolektif, termasuk penggunaan uang lokal dalam transaksi bersama mereka," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Adapun negara-negara termaksud adalah seperti Brazil, China, Mesir, Ethiopia, India, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Arab Emirat.
Dengan negara-negara yang lebih awal menjadi anggota BRICS, katanya, Indonesia dinilai perlu mengupayakan perdagangan langsung, termasuk menggunakan mata uang mereka masing-masing dalam transaksi internal mereka, tanpa terkesan sebagai 'De-Dolarisasi'.
Reza menambahkan bahwa Indonesia juga dinilai perlu meningkatkan kemampuan menggalang solidaritas dengan negara-negara berstatus mitra BRICS, seperti Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
"Diharapkan solidaritas tersebut dapat berujung pada kemudahan memperoleh dana dari New Development Bank (NDB) bagi berbagai proyek infrastruktur, mengingat NDB memiliki prosedur sangat cepat dan suku bunga yang lebih bersahabat," katanya.
Menurutnya, keberhasilan lainnya dapat dilihat dari kemampuan Indonesia untuk memperkenalkan standar pembangunan versi BRICS yang baru, khususnya di bidang pendidikan, teknologi, dan infrastruktur dan mengurangi ketergantungan pada kriteria atau syarat pembangunan yang ditetapkan negara-negara di luar BRICS.
KTT BRICS akan digelar di New Delhi, India pada 12-13 September.
Negara-negara yang tergabung dalam BRICS antara lain Indonesia, Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026