pickleballvnz.com

Pakar ITS : jangan kaitkan kecelakaan KMP Virgo dengan umur kapal - ANTARA News Jawa Timur

Kapal ini sudah melalui pemeriksaan dan penerimaan klasifikasi serta pemeriksaan marine inspector. Tentunya menggunakan kaidah pengetahuan perkapalan. Kalau kapal sudah dinyatakan diterima, berarti sebelumnya s...

Kapal ini sudah melalui pemeriksaan dan penerimaan klasifikasi serta pemeriksaan marine inspector. Tentunya menggunakan kaidah pengetahuan perkapalan. Kalau kapal sudah dinyatakan diterima, berarti sebelumnya sudah diuji dan dinyatakan layak untuk dioperasikan.

Surabaya (ANTARA) - Pakar Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Tri Ahmadi meminta publik tidak mengaitkan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa dengan usia kapal atau dugaan masalah desain sebelum hasil investigasi teknis diketahui.

“Dalam setiap kecelakaan apa pun, sebelum adanya investigasi, kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan penyebabnya,” kata Tri, di Surabaya.

Tri menjelaskan, pemeriksaan kecelakaan kapal harus mencakup banyak aspek termasuk desain dan operasional.

Menurut dia, usia kapal bukan satu-satunya indikator kelayakan karena kapal tua tetap dapat beroperasi jika memiliki desain, kondisi teknis, dan perawatan yang baik.

Sebaliknya, kapal yang lebih muda juga berpotensi mengalami masalah apabila terdapat persoalan dalam desain atau pengoperasiannya.

“Kapal ini sudah melalui pemeriksaan dan penerimaan klasifikasi serta pemeriksaan marine inspector. Tentunya menggunakan kaidah pengetahuan perkapalan. Kalau kapal sudah dinyatakan diterima, berarti sebelumnya sudah diuji dan dinyatakan layak untuk dioperasikan,” ujarnya.

Tri menyebut KMP Virgo Transport 8 sebelumnya pernah dioperasikan di Jepang yang memiliki karakteristik perairan dengan gelombang besar.

Ia memperkirakan kapal tersebut telah memenuhi regulasi teknis yang berlaku di negara asalnya.

Selain itu, standar keselamatan pelayaran internasional melalui International Maritime Organization (IMO) dan  Safety of Life at Sea   (SOLAS) telah diratifikasi Indonesia dan Jepang.

“Kalau di sana tidak boleh, di sini juga tidak boleh. Tidak ada pengecualian. Kita tidak bisa lompat ke kesimpulan sebelum tahu data dan analisisnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, investigasi perlu menelusuri seluruh rangkaian keselamatan maritim, mulai dari desain, galangan kapal, badan klasifikasi, regulator, hingga operasional.

Faktor cuaca dan kondisi laut juga harus diperhitungkan karena setiap kapal memiliki batas kemampuan operasi.

Menurutnya, desain manusia ada batasannya, tidak bisa berlaku untuk segala kondisi atau ada batas maksimum yang harus dikuasai. Jika ada salah pengoperasian bisa menemukan masalah.

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.