Pajak hotel Mataram berpotensi naik dampak Porprov NTB
Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, menyebutkan, penerimaan pajak hotel selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat Ke-XII Tahun 2026, berpotensi naik ANTARA News mataram 38 ...
Mataram (ANTARA) - Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, menyebutkan, penerimaan pajak hotel selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat Ke-XII Tahun 2026, berpotensi naik karena kontingen memadati hotel di Mataram.
"Peningkatan penerimaan pajak hotel, kami pastikan terjadi seiring meningkatnya okupansi hotel selama Porprov NTB 2026," kata Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Ahmad Amrin di Mataram, Selasa.
Ajang olahraga Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 16–25 Juli 2026 itu diyakini mampu mendongkrak tingkat hunian hotel karena sebagian besar venue pertandingan berada di Kota Mataram.
"Kami optimistis ada peningkatan penerimaan pajak hotel selama Porprov. Tapi dampaknya baru bisa dihitung setelah seluruh data transaksi pada akhir Juli terkumpul," katanya.
Dikatakan, besaran kenaikan penerimaan belum dapat dipastikan sebab proses rekapitulasi masih berlangsung sehingga BKD akan melakukan evaluasi setelah seluruh laporan pajak dari pelaku usaha hotel diterima.
Perhitungan detail terkait kontribusi Porprov terhadap pajak hotel berada di bawah bidang pengawasan, sementara saat ini dirinya masih fokus mendampingi Sekretaris Daerah dalam pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Data riil belum bisa kami sampaikan sekarang sebab kami menunggu laporan hingga minggu terakhir Juli dan setelah seluruh rangkaian Porprov selesai," katanya.
Kondisi terjadi karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing kabupaten/kota. Namun, hotel berbintang juga ikut terisi sehingga tetap memberikan dampak terhadap penerimaan pajak hotel.
Selama ini, lanjutnya, rata-rata penerimaan pajak hotel di Kota Mataram mencapai sekitar Rp2 miliar setiap bulan. Khusus Juli, BKD menargetkan realisasi penerimaan melampaui angka tersebut.
Amrin menyebutkan, berdasarkan data terbaru realisasi pajak hotel terakhir mencapai Rp12,9 miliar atau 46,12 persen dari target tahunan sebesar Rp28 miliar.
"Kami optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun 2026," katanya.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Made Adiyasa Kurniawan sebelumnya mengatakan, Porprov NTB mampu mendongkrak okupansi hotel di Kota Mataram hingga mencapai 85 persen.
"Okupansi hotel bulan Juli, jauh lebih dibandingkan bulan-bulan sebelumnya masa libur sekolah dan lanjut kegiatan Porprov NTB," kata
Kegiatan Porprov NTB ke-XII 2026, dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16 hingga 25 Juli 2026, dengan jumlah atlet mencapai ribuan karena datang dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
Seperti, untuk atlet asal Kota Mataram tercatat sebanyak 700 orang, terdiri atas 587 atlet dan 115 pelatih yang siap membawa nama Kota Mataram bertanding pada 51 cabang olahraga.
Menurutnya, hotel anggota AHM rata-rata menjadi hotel penginapan kontingen peserta Porprov dengan hunian bervariasi mulai 60-85 persen dan hotel yang digunakan kontingen umumnya hotel bintang 3 ke bawah.
"Sedangkan untuk hotel bintang empat dan lima, diisi untuk tamu dan ofisial," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026