P3DN Summit 2026, Pertamina Perkuat Industri Nasional Berdaya Saing Global
Bisnis Kamis, 23 Juli 2026 - 16:00 WIB Jakarta, VIVA – PT Pertamina (Pers...
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:00 WIB
Jakarta, VIVA – PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri nasional melalui penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026. Ajang ini menjadi wujud nyata peran Pertamina sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, tidak hanya dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga dalam mendorong Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN), memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Komitmen tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan kajian independen Universitas Indonesia (2025), implementasi P3DN di lingkungan Pertamina menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun, berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp772,9 triliun, serta mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Menurutnya, Pertamina adalah bedrock atau tumpuan perekonomian Indonesia.
Baca Juga
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini," ujar Airlangga, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan bahwa penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah industri, dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
Baca Juga
"Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri. Dengan demikian, setiap proyek energi bukan hanya menghadirkan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia," ujar Simon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, menjelaskan bahwa skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir memberikan peluang besar untuk meningkatkan penyerapan produk dan jasa dalam negeri. Melalui sinergi Holding, Subholding, hingga Anak Perusahaan, Pertamina terus mengoptimalkan belanja perusahaan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri nasional.
"Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal semakin banyak terserap, industri manufaktur akan semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta. Inilah makna sesungguhnya dari Energizing Indonesia—tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Jaffee.
Halaman Selanjutnya
Komitmen tersebut tercermin dari realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp531,5 triliun, meningkat 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan (maintenance) sebesar Rp309,6 triliun atau sekitar 58,2 persen dari total realisasi.