OTT BNPB, KPK Sita Uang Asing hingga Kepingan Emas Senilai Rp 5,47 miliar
Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Jumat (16/10/2026), merilis kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)...
Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Jumat (16/10/2026), merilis kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Achmad Taufik Husein menjelaskan, korupsi BNPB terkait penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) yang semestinya digunakan pada saat keadaan darurat bencana, yang ditetapkan dan masuk struktur anggaran BNPB.
Pencairan DSP tersebut bersifat fleksibel, namun harus memenuhi salah satu dari empat syarat dan ketentuan yang merujuk pada Peraturan BNPB Nomor Tahun 2020,” katanya.
Adapun DSP tersebut semestinya digunakan untuk penanganan dan penanggulangan berbagai bencana, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatera.
“Namun demikian, dalam proses penggunaan DSP tersebut, KPK menemukan adanya dugaan konflik kepentingan dan suap,” ungkap Taufik.
Sehingga atas penggunaan DSP berbasis RKK yang dimaksud justru diduga menguntungkan sejumlah pihak di BNPB
Ada dua klaster korupsi yang terbongkar, yakni konflik kepentingan yang melibatkan adik dari eks ketua BNPB dan klaster kedua adalah suap.
Taufik mengatakan, pada saat OTT Tim KPK turut mengamankan barang bukti lebih kurang mencapai Rp 5,47 miliar, dengan rincian antara lain mata uang asing senilai USD 7.500 dan SGD 9.000, uang tunai sejumlah Rp 3,35 miliar, emas sebanyak 56 keping dengan berat 133 gram atau senilai Rp 315,8 juta, dan tabungan emas seberat 192 gram atau senilai Rp 452 juta, serta aset kripto sejumlah Rp 1,10 miliar.
KPK telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus korupsi ini, antara lain:
1. Bima Setiawan, Tenaga Ahli Kepala BNPB sekaligus adik dari Eks Kepala BNPB.
2. Richard Erlangga, Tenaga Ahli Kepala BNPB saat itu
3. Gariel Purwaka Sigit, Kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB
4. Syifa Nrika Ghifarin, pihak swasta
5. Gery Prasetiawan, pihak swasta.