Orang Tua Perlu Cek Sumber Susu Formula, Bukan Hanya Kemasan
Para peserta mengikuti proses mulai dari peternakan, pemerahan dan pengumpulan susu segar, hingga proses manufaktur serta pengendalian kualitas. Perjalanan tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai ...
Para peserta mengikuti proses mulai dari peternakan, pemerahan dan pengumpulan susu segar, hingga proses manufaktur serta pengendalian kualitas. Perjalanan tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai proses di balik pesan “Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik”.
Melihat Sumber Susu Secara Langsung
Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya AceKid memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai produk kepada orang tua.
“Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga. Melalui Ace Fresh Journey, kami memperlihatkan proses tersebut secara langsung dari peternakan hingga menjadi susu formula. Dengan transparansi ini, kami berharap orang tua dapat lebih yakin terhadap kualitas dan keamanan produk sekaligus melihat secara nyata makna ‘Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik’,” ujar Lucky.
Brand Ambassador AceKid, Denny Sumargo, mengaku sebelumnya belum banyak memikirkan bagaimana sumber susu dan proses produksi perlu diketahui orang tua.
“Selama ini kita mungkin lebih banyak melihat informasi yang ada di kemasan tanpa benar-benar tahu bagaimana produk tersebut dibuat. Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, saya baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya. Keterbukaan seperti ini membuat kita sebagai orang tua bisa memahami produk dengan lebih lengkap dan lebih yakin dalam menentukan pilihan untuk anak,” ujar Denny.
Pengalaman serupa disampaikan aktris sekaligus ibu, Ryana Dea. Ia mengatakan kunjungan tersebut memberinya gambaran mengenai proses pengendalian kualitas sejak dari peternakan.
“Setelah datang langsung, saya baru tahu bahwa kualitas susu sudah dijaga sejak dari lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, sampai proses pemerahan. Saya jadi semakin paham kenapa mengetahui sumber susu juga penting bagi orang tua. Apalagi setelah rutin memberikan AceKid, dari pengalaman pribadi saya anak terasa lebih nyaman dan tidak lagi sering rewel karena kembung setelah minum susu,” ungkap Ryana.
FEIHE AceKid menyebut mereka memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Menurut informasi perusahaan, pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal, kemudian susu segar didinginkan pada suhu 0–4 derajat Celsius sebelum dikirim ke fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam.
Perusahaan juga mengklaim susu segar yang dihasilkan memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.
Dari Peternakan hingga Smart Factory
Selain proses di peternakan, perjalanan tersebut juga memperlihatkan proses pengolahan susu di fasilitas produksi. Content creator sekaligus ibu, Antik Arifani, mengatakan kunjungan ke Smart Factory memberikan perspektif berbeda mengenai perjalanan susu hingga menjadi produk formula.
“Selama ini yang kita lihat biasanya produk akhirnya. Saya sebelumnya tidak pernah benar-benar melihat bagaimana susu diproses sampai menjadi formula yang diminum anak. Di Smart Factory, saya bisa melihat langsung bagaimana setiap tahap produksinya dijalankan dan kualitasnya diperiksa. Setelah melihat prosesnya sendiri, pesan ‘Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik’ jadi semakin mudah saya pahami,” ujar Antik.
FEIHE AceKid menyebut susu segar sebagai salah satu komposisi utama diproses menggunakan One-Step Fresh Process yang diklaim ditujukan untuk membantu mempertahankan nutrisi alaminya.
Menurut perusahaan, setiap batch produk melalui 25 tahapan produksi dan 411 pemeriksaan kualitas sebelum dinyatakan memenuhi standar. FEIHE juga menyebut telah mencatatkan zero food safety accident selama lebih dari 64 tahun.
Sementara itu, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai informasi mengenai bahan utama, sumber bahan, dan proses produksi dapat menjadi bagian dari pertimbangan orang tua ketika memahami produk nutrisi anak.
“Dalam memilih susu formula anak, orang tua perlu memahami tidak hanya kandungan tambahannya, tetapi juga komposisi utama dan sumber bahan yang digunakan. Susu segar sebagai komposisi utama, serta formulasi tanpa maltodekstrin dan perisa sintetik, menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan orang tua," kata Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K).
"Setelah melihat langsung prosesnya, saya juga melihat bahwa penjelasan mengenai sumber susu dan bagaimana kualitasnya dijaga sejak peternakan hingga fasilitas produksi sangat penting. Informasi yang lengkap seperti ini dapat membantu orang tua memilih dengan lebih yakin dan tenang,” tambahnya.
Perspektif serupa disampaikan Pemilik Raja Susu dan Mitra Ritel AceKid, David Setiawan. Menurutnya, konsumen semakin aktif mencari informasi mengenai produk sebelum menentukan pilihan.
“Sekarang orang tua semakin kritis ketika memilih susu formula untuk anak. Mereka tidak hanya bertanya soal harga atau kandungan nutrisi, tetapi juga mulai ingin tahu komposisi utamanya, dari mana sumber susunya, dan bagaimana proses produksinya. Setelah mengikuti perjalanan ini, kami jadi punya pemahaman yang lebih lengkap sehingga bisa membantu konsumen mendapatkan informasi yang mereka butuhkan sebelum menentukan pilihan. Bagi kami, ini juga semakin memperjelas makna ‘Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik’,” ujar David.
Melalui Ace Fresh Journey, AceKid mendorong konsep “Cek Transparansi” sebagai pelengkap “Cek Komposisi”. Konsumen disebut dapat memperoleh informasi tambahan mengenai sumber susu dan perjalanan produk melalui sistem keterlacakan menggunakan QR code pada kemasan.
Meski demikian, keputusan memilih susu formula tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak. AceKid juga menyatakan tetap mendukung pemberian ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama MPASI sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Penggunaan susu formula sebaiknya mempertimbangkan kondisi anak dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.