Ombudsman Kalsel minta PLN percepat normalisasi pasokan tenaga listrik - ANTARA News Kalimantan Selatan
Kami menerima banyak aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan, Banjarmasin (ANTARA) - Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan meminta PT PLN mempercepat normalisasi pasokan tenaga listrik setelah pe...
Kami menerima banyak aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan,
Banjarmasin (ANTARA) - Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan meminta PT PLN mempercepat normalisasi pasokan tenaga listrik setelah pemadaman bergilir berdampak pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik dan pelaku usaha, melalui percepatan perbaikan pembangkit di PLTU Asam Asam.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan Hadi Rahman bersama Tim Pemeriksaan meninjau langsung PLTU Asam Asam di Kabupaten Tanah Laut, sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Hadi Rahman di Banjarmasin, Rabu, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab gangguan pembangkit sekaligus memastikan adanya langkah percepatan perbaikan agar pelayanan kelistrikan kembali normal.
Baca juga: Ombudsman Kalsel minta perbaikan PLTU Asam-asam dipercepat
"Kami menerima banyak aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan durasi dan frekuensi pemadaman bergilir belakangan ini. Kehadiran kami di sini adalah untuk meminta penjelasan secara transparan dari pihak PLN UBP Asam Asam terkait kendala yang terjadi di pembangkit, sekaligus kepastian waktu kapan layanan ini dapat kembali normal," katanya.
Menurut Hadi, pemadaman bergilir tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan publik pemerintah serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.
Kedatangan Ombudsman Kalsel disambut Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam Fajar Pamujianto beserta jajaran manajemen. Dalam pertemuan tersebut, PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan dan upaya yang sedang dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Fajar Pamujianto mengatakan defisit pasokan listrik terjadi akibat gangguan teknis yang tidak terduga pada salah satu unit pembangkit, bersamaan dengan pelaksanaan pemeliharaan rutin unit lainnya guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan di Kalsel. Kami sangat memahami keluhan masyarakat. Saat ini, tim teknis sedang bekerja keras selama 24 jam penuh untuk mempercepat proses perbaikan agar unit pembangkit bisa segera sinkron dan kembali memasok listrik ke sistem," ujarnya.
Ombudsman juga kembali meminta PLN meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, terutama terkait jadwal pemadaman, perkembangan proses perbaikan, dan estimasi penyelesaian gangguan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya.
Hadi menegaskan percepatan penyelesaian gangguan pada Unit Pembangkit tiga dan pemeliharaan Unit Pembangkit dua menjadi harapan masyarakat agar pelayanan kelistrikan kembali andal dan tidak lagi terjadi pemadaman bergilir berkepanjangan.
"Kami juga berharap agar jadwal penyelesaian perbaikan gangguan pada Unit Pembangkit tiga dan pemeliharaan pada Unit Pembangkit dua bisa ditepati, bahkan diupayakan lebih cepat," katanya.
Hadi seraya berharap normalisasi pasokan listrik di Kalimantan Selatan segera terwujud sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha kembali berjalan optimal.
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.