pickleballvnz.com

OlympiAR 2026 resmi dibuka fokus ubah mindset mahasiswa soal tambang - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Kompetisi keilmuan pertambangan dan geologi tingkat nasional OlympiAR 2026 resmi dibuka di Kampus ITB, Kota Bandung, Jumat, yang berfokus menyiapkan sumber daya manusia sektor ekstraktif deng...

Bandung (ANTARA) - Kompetisi keilmuan pertambangan dan geologi tingkat nasional OlympiAR 2026 resmi dibuka di Kampus ITB, Kota Bandung, Jumat, yang berfokus menyiapkan sumber daya manusia sektor ekstraktif dengan mendobrak mindset mahasiswa demi menciptakan pertambangan berkelanjutan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan OlympiAR 2026 yang dibuka di Kota Bandung ini, karena sangat krusial dalam menstimulasi iklim intelektual generasi muda bukan hanya di Kota Bandung, tapi Indonesia secara lebih luas.

"OlympiAR 2026 ini adalah sebuah upaya untuk memastikan bahwa para pelaku yang ada di ekosistem ini selalu ada dalam kondisi yang betul-betul terstimulasi. Tentu hal ini pada saatnya nanti akan memberikan manfaat yang luar biasa, tidak hanya untuk Kota Bandung, tetapi juga untuk Indonesia, bahkan untuk dunia," ujar Farhan saat memberikan sambutan di sela pembukaan OlympiAR 2026 di ITB, Bandung, Jumat.

Farhan menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Bandung adalah menjaga iklim ruang belajar yang kondusif agar kehadiran institusi pendidikan tinggi dan kompetisi keilmuan semacam OlympiAR tidak menjadi sia-sia.

Ia pun mengajak ITB dan penyelenggara OlympiAR untuk tidak hanya berfokus pada talenta di Jawa Barat atau Pulau Jawa, tetapi menjaring calon intelektual dari seluruh pelosok tanah air agar kelak dapat membawa dampak pembangunan di daerah asal masing-masing setelah diasah melalui ajang OlympiAR.

"Harus mengambil talenta dari Balikpapan, Makassar, Ternate, dari seluruh Indonesia agar putra terbaik daerah ini kembali memberikan kontribusi terbaiknya. Bahwa selanjutnya mereka akan diasah lewat program seperti OlympiAR ini, itulah fungsi dari komunitas dan swasta seperti Agincourt Resources," tutur Farhan.

Director Operations PT Agincourt Resources Rahmat Lubis di lokasi yang sama mengungkapkan ajang OlympiAR garapan PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) ini dirancang untuk mematahkan pola pikir (mindset) mahasiswa yang cenderung terkotak-kotak, teoritis, serta enggan terjun ke lapangan.

Dia mengungkapkan industri pertambangan modern membutuhkan talenta muda yang memiliki kemampuan analisis lintas disiplin (integrative thinking), mulai dari teknik, geologi, lingkungan, hingga aspek sosial-kemasyarakatan.

"Anak-anak pas lulus kuliah itu punya lingkaran kecil karena terkotak-kotak dari berbagai jurusan dan mindset-nya teoritis. Lewat OlimpiAR, kami dorong mereka paham bahwa dunia industri itu tidak sekecil itu. Anda mungkin kuliah teknik pertambangan, tapi harus paham juga geologi dan lingkungan," kata Rahmat.

Rahmat juga menyoroti adanya pergeseran perilaku generasi muda saat ini yang dinilai lebih individualis dan cenderung enggan melakukan kerja lapangan.

Melalui ajang yang juga menyertakan bimbingan langsung dari praktisi industri selama beberapa bulan, lanjut dia, mahasiswa dipaksa keluar dari zona nyaman untuk mengasah kolaborasi tim dan pemikiran kritis berbasis studi kasus riil.

Sebagai bentuk transparansi akademis, PTAR menegaskan batas tegas terhadap penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penyusunan karya tulis atau paper peserta.

"Tentu akan kita diskualifikasi. Ada trik-trik teknis untuk kita bisa tahu ini buatan AI atau bukan. Tentu itu menjadi perhatian utama kami dalam proses evaluasi," tutur Rahmat.

Ajang OlympiAR 2026 yang mengusung tema "Our Orebody to Ecosystem: Integrating Mining Performance and Environmental Resilience", menurut Ketua MGEI Rosalyn Wullandhary, membawa sudut pandang baru yang tidak lagi hanya berfokus pada volume cadangan dan produksi mineral semata.

"Pandangan terhadap pertambangan tidak boleh berhenti pada pertanyaan di mana orebody berada dan berapa produksi kita, tetapi bagaimana kita mengeksplorasi, merancang, mengelola, hingga merehabilitasi dan membangun ekosistem yang tangguh," ujar Rosalyn.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya ITB Dasapta Erwin Irawan menilai OlimpiAR menjadi ruang krusial bagi mahasiswa untuk menyadari bahwa setiap aktivitas ekstraktif selalu membawa konsekuensi sosial dan lingkungan.

"Di balik angka, model, dan visualisasi tiga dimensi, ada manusia dan lingkungan yang terdampak. Peserta harus menjadikan ini bekal kesadaran bahwa kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan," tutur Dasapta.

Kompetisi ini memperebutkan total hadiah uang tunai puluhan juta rupiah, di mana Juara 1 berhak mengantongi Rp50 juta, Juara 2 Rp30 juta, Juara 3 Rp20 juta, serta Juara 4 dan 5 masing-masing Rp10 juta.

Khusus untuk tim pemenang utama, PTAR memberikan hak istimewa berupa penawaran magang langsung di lokasi tambang, hingga peluang rekrutmen kerja.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.