pickleballvnz.com

OJK sebut pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan lebih sistemik

Kita itu sekarang melakukan pendekatan yang lebih sistematik, lebih sistemik untuk bagaimana mengembangkan UMKM.Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Ra...

Kita itu sekarang melakukan pendekatan yang lebih sistematik, lebih sistemik untuk bagaimana mengembangkan UMKM.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dilakukan dengan pendekatan lebih sistemik.

“Kita itu sekarang melakukan pendekatan yang lebih sistematik, lebih sistemik untuk bagaimana mengembangkan UMKM,” ujarnya dalam doorstop pasca-agenda UMKM Finance Summit 2026, di Jakarta, Selasa.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan OJK ialah menerbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), antara lain untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit kepada UMKM.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), target rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan tahun 2029, yaitu sebesar 25 persen. Saat ini, total kredit perbankan sebesar Rp9.019 triliun yang dialokasikan kepada non UMKM sebesar Rp7.506 triliun atau 83,3 persen, sedangkan UMKM hanya Rp1.513 triliun atau 16,7 persen.

Setelah ada Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, dan kehadiran direktorat baru di OJK yang mengurusi soal UMKM, diharapkan pertumbuhan kredit perbankan terhadap UMKM semakin meningkat.

Mengacu data OJK, kredit UMKM pada Mei 2026 tumbuh sebesar 0,60 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan kredit UMKM tersebut dikontribusikan dari kredit usaha mikro dan menengah masing-masing tumbuh sebesar 0,64 persen (yoy) dan 1,84 persen (yoy), meskipun kredit usaha kecil terkontraksi sebesar 0,24 persen (yoy).

“Walaupun pertumbuhannya hanya sedikit, tapi itu sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan di awal tahun ini yang masih negatif sebetulnya, sekarang sudah mulai positif. Harapan kita mungkin peningkatannya itu akan masih terjadi dalam beberapa bulan ke depan,” kata Dian.

Karena itu, melalui UMKM Finance Summit 2026, pihaknya mengharapkan pembentukan working group untuk memonitor dari waktu ke waktu peningkatan kualitas pembiayaan dan pengembangan ekosistem UMKM menjadi lebih baik lagi. Hal ini dilakukan dengan berkolaborasi antar instansi, antara lain dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Bank Indonesia, hingga Kementerian UMKM.

“Kita concern UMKM itu bukan hanya memberikan financing, tetapi bagaimana kemampuan UMKM kita itu kemudian menjadi graduate, menjadi semakin berkembang sehingga kontribusi jumlah UMKM yang sangat besar tadi itu itu bisa benar-benar diwujudkan dalam kenyataan kehidupan perekonomian kita,” ujar dia pula.

Baca juga: OJK tempatkan penguatan ekosistem UMKM sebagai program utama

Baca juga: Menteri UMKM sebut pasar domestik dipenuhi produk-produk impor

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.