pickleballvnz.com

OIKN ajak kampus Kalimantan berkolaborasi transdisiplin ilmu di IKN - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyambut hangat pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC) – Borneo Studi...

Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyambut hangat pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC) – Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026. 

Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Senin, apresiasi tersebut disampaikan dalam acara intimate meeting yang dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, serta Ketua KUC-BSN sekaligus Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA), Isradi Zainal, dengan didampingi perwakilan perguruan tinggi se-Kalimantan, seperti ULM, UBT, UNMUL, ITK, UNTAG, UNIKARTA, dan UNIBA.

Program kolaboratif perdana yang digagas oleh Kalimantan Universities Consortium (KUC) ini diikuti oleh 35 mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang mengabdi mulai 13 Juli hingga 5 Agustus 2026. Mengusung konsep KKN Living Lab OIKN, mahasiswa ditantang belajar melalui model living laboratory untuk merumuskan solusi inovatif langsung dari permasalahan nyata di lapangan. 

Melalui momentum ini, OIKN mengajak seluruh kampus di Kalimantan untuk secara aktif memberikan dan mengintegrasikan program-program unggulan mereka guna menyokong percepatan pembangunan fisik maupun lingkungan di Ibu Kota Baru.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan oleh OIKN. Beliau menegaskan bahwa program ini menjadi tonggak sejarah yang krusial bagi dunia pendidikan tinggi lokal. 

“Ini sebagai langkah awal bagi perguruan tinggi di Kalimantan untuk terlibat aktif dalam pembangunan IKN ke depan,” ujar Muhammad Akbar. 

Ia juga mendorong agar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kalimantan terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, sinergi ini tidak boleh berhenti pada program KKN saja, melainkan harus diperluas ke ranah lain yang bisa disumbangkan oleh akademisi, seperti riset bersama hingga sharing resources (berbagi sumber daya) antar-kampus guna menopang kebutuhan Ibu Kota Baru.

Sejalan dengan hal itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, menekankan pentingnya penguatan riset kolaboratif yang bersifat transdisiplin demi masa depan IKN. 

"Trend riset saat ini bukan hanya interdisiplin tapi juga tetap transdisiplin, di mana berbagai disiplin dan latar belakang akademik serta praktisi bisa digabung bersama," jelas Myrna. 

Myrna menambahkan bahwa riset jangka panjang ini penting untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa dalam menangkap peluang lapangan kerja hijau baru (green jobs) yang unik di masa depan.

 "Sepuluh tahun kemudian, ketika menanam-menanam ini, yang kita perlukan itu yang disebut dengan dokter pohon. Termasuk mungkin Bapak-Ibu tidak terbayang, ada babysitter orang utan. Itu yang disebut dengan green jobs," imbuhnya seraya mendorong perguruan tinggi Kalimantan agar masuk secara intensif dengan membawa program-program terbaiknya agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton.

Merespons pandangan tersebut, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyatakan dukungannya dan menegaskan bahwa riset pengabdian di IKN tidak boleh bersifat parsial atau sekadar formalitas tahunan. 
Basuki meminta agar program penelitian yang ditawarkan oleh kampus-kampus dirancang secara multi-years, minimal 2 hingga 3 tahun, agar hasilnya benar-benar kredibel dan dapat dimanfaatkan secara nyata untuk pembangunan nasional.

Untuk memastikan efektivitasnya, OIKN menempatkan mahasiswa magang dan KKN di bawah supervisi direktur teknis melalui sistem mentoring personal. 

"Mereka tiap minggu akan kasih laporan, presentasi, apa yang dilihat satu minggu itu," ujar Basuki. 

Selain memuji capaian mahasiswa yang telah berkontribusi mendesain green outdoor playground dalam dua minggu, Basuki kembali menegaskan komitmennya pada pengelolaan lingkungan melalui program pemilahan sampah terpadu (3R) berbasis desa, serta gerakan menanam pohon massal guna mengubah gaya hidup (lifestyle) masyarakat demi keberlanjutan lingkungan Ibu Kota Baru.

Pewarta: Latif Thohir
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.