NTB jadi tuan rumah ToT SatuMu, langkah besar Muhammadiyah bangun tata kelola digital
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat menggelar Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Sabtu ANTARA News mataram 28 ...
Mataram (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat menggelar Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi tata kelola organisasi berbasis digital agar data kepengurusan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting terintegrasi dalam satu sistem nasional.
Pelatihan menghadirkan Tim SatuMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni Annisa dan Assyifa dari Muhammadiyah Software Labs (LabMu), serta Wulan dari Sekretariat PP Muhammadiyah Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa SatuMu merupakan platform eksklusif yang dirancang sebagai gerbang layanan tata kelola organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.
Platform ini menjadi bagian dari ekosistem digital Muhammadiyah bersama aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super Apps) dan Muhammadiyah ID sebagai identitas digital warga Muhammadiyah.
Tim SatuMu menjelaskan, implementasi platform tersebut didasarkan pada Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 527/KEP/I.0/M/2025 sebagai landasan pengembangan tata kelola organisasi berbasis data.
Materi pelatihan menitikberatkan pada pengelolaan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) sebagai basis data seluruh struktur organisasi Persyarikatan, sekaligus pengelolaan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM) yang terintegrasi secara nasional.
Melalui sistem tersebut, data organisasi, kepengurusan, hingga keanggotaan dapat dikelola secara lebih akurat, cepat, dan transparan.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran agen dan verifikator pada setiap jenjang kepemimpinan Muhammadiyah.
Agen bertugas mengelola data organisasi dan anggota, mengajukan pembaruan data, serta mengelola administrasi e-KTAM.
Sementara Verifikator berwenang melakukan validasi, persetujuan, maupun penolakan terhadap setiap perubahan data sehingga kualitas dan akurasi informasi tetap terjaga.
Tim SatuMu menegaskan bahwa keberadaan DOM menjadi sangat penting karena selama ini belum tersedia data organisasi yang terpusat dan terintegrasi.
Selain mendukung penerbitan berbagai dokumen organisasi secara digital, sistem tersebut juga menjadi fondasi bagi pengelolaan administrasi, distribusi iuran, hingga penguatan tata kelola Persyarikatan secara nasional.
Sebagai tindak lanjut, PWM NTB didorong segera membentuk agen dan verifikator di tingkat wilayah serta menginstruksikan pembentukan agen dan verifikator di seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Setelah sedikitnya 80 persen agen dan verifikator memiliki e-KTAM, pelaksanaan ToT maupun bimbingan teknis dapat diperluas ke tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Melalui pelatihan ini, Muhammadiyah menargetkan terbangunnya sistem tata kelola organisasi yang modern, terintegrasi, dan berbasis data. Dengan demikian, pelayanan administrasi, pengelolaan keanggotaan, serta pengambilan keputusan organisasi di seluruh tingkatan Persyarikatan diharapkan menjadi semakin efektif, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam laporannya Ketua MPI PWM NTB, Yusron Saudi mengatakan ToT merupakan amanat dari pimpinan pusat untuk menuntaskan sosialisasi program SatuMu hingga ke ranting.
Wakil Ketua PWM Muhammadiyah, Syafrudin Baso dalam sambutannya mengatakan sekarang ini era digital sehingga tantangan yang dihadapi berbeda.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026