NSL Buka Jalur Pebasket Muda Berbakat Menuju Panggung Dunia
Surabaya - Ajang basket antarsekolah Nextgen Student League (NLS) kembali digelar. Ini jadi jalan para pebasket muda Indonesia menuju panggung dunia.Memasuki tahun keempat, turnamen bertajuk Livin Next-G Presen...
Surabaya -
Ajang basket antarsekolah Nextgen Student League (NLS) kembali digelar. Ini jadi jalan para pebasket muda Indonesia menuju panggung dunia.
Memasuki tahun keempat, turnamen bertajuk Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027 itu akan digelar di lima kota, yakni Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tangerang, dan Jakarta dengan melibatkan lebih dari 500 sekolah, 750 tim, serta lebih dari 8.000 peserta.
Kompetisi yang mencakup jenjang SD hingga SMA itu selanjutnya menjadi pintu menuju Nextgen Camp bagi pemain dan pelatih terbaik dari setiap seri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program tersebut memadukan latihan basket dengan pengembangan kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental, pendidikan, dan karakter.
Menurut Sudiantowi Limanauw selaku Founder NSL, jumlah kota yang bertambah di tahun keempat menjadi tonggak penting bagi NSL. Jika pada edisi pertama kompetisi masih berfokus di Surabaya dan Jawa Timur, dalam tiga musim berikutnya NSL mulai memperluas jaringan, meningkatkan jumlah peserta, hingga menghadirkan sistem prioritas bagi tim yang konsisten mengikuti liga.
"Dari lima kota penyelenggaraan, NSL 2026 melibatkan lebih dari 500 sekolah, 750 tim, dan lebih dari 8.000 peserta," kata Sudiantowi dalam rilis kepada detikSport.
Pertumbuhan ini sekaligus menunjukkan bagaimana kompetisi basket pelajar dapat berkembang ketika dibangun secara konsisten dan melibatkan ekosistem yang lebih luas - mulai dari sekolah, pemain, pelatih, orang tua, komunitas, pemerintah daerah, hingga brand yang memiliki perhatian terhadap perkembangan generasi muda.
Sejak awal, NSL tidak dirancang hanya sebagai turnamen untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Liga ini dibangun untuk menyediakan jalur kompetisi yang terstruktur bagi pemain usia pelajar, mulai dari SD, SMP hingga SMA, sekaligus menjadi ruang untuk membangun keterampilan dan karakter.
Di lapangan, pemain belajar lebih dari sekadar dribble, passing, atau shooting. Mereka belajar mengambil keputusan, bekerja dalam tim, menghadapi tekanan, menerima kekalahan, menghargai lawan, dan tetap percaya diri ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan.
Nilai sportivitas, disiplin, teamwork, mental juang, dan kepercayaan diri menjadi bagian penting dari perjalanan NSL.
"Kami ingin NSL menjadi tempat anak-anak bukan hanya bermain basket, tetapi juga menemukan potensi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Kompetisi adalah awalnya. Setelah itu, kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk terus berkembang," sambung Sudiantowi.
Rangkaian NSL musim 2026/2027 akan dimulai melalui East Java Zone pada 3-25 Oktober 2026 di Nextgen Arena, Ciputra World Mall, Surabaya.
(mrp/adp)