Ngeri! Fotografer Rekam Detik-detik Longsor Salju Nepal
Jakarta - Sebuah rekaman yang diklaim memperlihatkan detik-detik longsoran salju di kawasan Langtang Lirung, Nepal, beredar di media sosial. Video tersebut disebut direkam secara tidak sengaja oleh seorang f...
Jakarta -
Sebuah rekaman yang diklaim memperlihatkan detik-detik longsoran salju di kawasan Langtang Lirung, Nepal, beredar di media sosial. Video tersebut disebut direkam secara tidak sengaja oleh seorang fotografer asal China yang tengah berada di kawasan pegunungan.
Berdasarkan informasi yang beredar, fotografer tersebut dikaitkan dengan akun Douyin HeyMu.Travel. Ia disebut sedang melakukan pemotretan ketika kamera menangkap material salju dan es dalam jumlah besar meluncur dari kawasan pegunungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
— 油爆琵琶拌着面🇨🇳 (@zmx8067) August 28, 2026
Rekaman itu kemudian menjadi perhatian karena muncul setelah bencana besar yang melanda kawasan perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026.
Namun perlu dicatat, klaim mengenai identitas fotografer, lokasi persis pengambilan gambar, serta apakah video tersebut benar-benar merekam fase awal bencana masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.
Longsoran Es dan Batu dari Pegunungan
Bencana di kawasan tersebut dikaitkan dengan keruntuhan material es dan batu di sekitar Langtang Lirung, salah satu puncak tinggi Himalaya yang menjulang sekitar 7.227 meter.
Material dalam jumlah sangat besar meluncur menuju lembah. Longsoran kemudian berkembang menjadi aliran debris yang membawa campuran air, lumpur, batu dan material lainnya.
Aliran tersebut bergerak menuju kawasan di bawahnya dan memicu kerusakan besar terhadap permukiman serta infrastruktur.
Citra satelit sebelum dan setelah kejadian ikut digunakan para analis untuk melihat perubahan yang terjadi di kawasan pegunungan tersebut. Bagian material di sekitar gletser terlihat mengalami perubahan signifikan setelah bencana.
Selain citra satelit, data seismik dan berbagai video dari lapangan digunakan untuk membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.
Getaran yang terdeteksi ketika bencana berlangsung juga menjadi perhatian. Analisis kemudian mengarah pada kemungkinan bahwa sinyal tersebut berasal dari longsoran es dan batu dalam skala sangat besar, bukan semata-mata gempa tektonik.
Foto Satelit Before-After Banjir Nepal Foto: Vantor
Rekaman Bisa Jadi Bukti Penting
Jika lokasi dan waktu pengambilan video fotografer China tersebut dapat dikonfirmasi, rekaman itu berpotensi menjadi dokumentasi penting karena memperlihatkan peristiwa dari jarak relatif dekat.
Dilansir dari Reuters, para ilmuwan dapat menggabungkan rekaman lapangan dengan citra satelit dan data seismik untuk mengetahui bagaimana longsoran bermula, seberapa cepat material bergerak, hingga bagaimana peristiwa tersebut berkembang menjadi aliran debris di lembah.
Rangkaian yang sedang dianalisis secara umum mengarah pada keruntuhan material es dan batu di pegunungan, kemudian longsoran menuju lembah, pembentukan aliran debris, hingga banjir bandang di kawasan hilir.
Kecepatan kejadian menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi bencana semacam ini. Longsoran dan aliran debris dapat bergerak sangat cepat sehingga warga di kawasan hilir hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa tersebut sekaligus kembali menyoroti pentingnya pemantauan gletser Himalaya menggunakan citra satelit, sensor darat, dan sistem peringatan dini.
Langtang sendiri bukan kawasan yang asing dengan bencana longsoran. Saat gempa besar Nepal pada 2015, longsoran besar juga menerjang Lembah Langtang dan menyebabkan kerusakan parah serta banyak korban jiwa.
(afr/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA