Nekat Beli Pabrik Tua, Imigran Ini Sukses Bangun Bisnis Miliaran Dolar di AS
Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup Hamdi Ulukaya menjadi bukti nyata bagaimana keberanian dan tekad seorang imigran mampu menaklukkan ketatnya persaingan bisnis di Amerika Serikat. Pria asal wilayah pegun...
Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup Hamdi Ulukaya menjadi bukti nyata bagaimana keberanian dan tekad seorang imigran mampu menaklukkan ketatnya persaingan bisnis di Amerika Serikat. Pria asal wilayah pegunungan Turki Timur ini sukses bertransformasi dari seorang anak peternak tradisional menjadi pengusaha terpandang beraset miliaran dolar.
Dikutip dari Tharawat Magazine, Kamis (3/9/2026), latar belakang Ulukaya berakar kuat dari tradisi keluarganya yang merupakan pembuat keju dan pengolah susu di desa. Ketika mengadu nasib ke Amerika Serikat pada tahun 1994, ia mendapati hal menarik: yogurt yang dijual di toko-toko AS sangat berbeda dengan apa yang biasa ia nikmati di kampung halamannya. Kebanyakan produk saat itu terasa terlalu manis, encer, dan dipenuhi bahan aditif buatan.
Melihat celah tersebut, muncul dorongan kuat dalam diri Ulukaya untuk menghadirkan cita rasa tradisional yang alami bagi masyarakat Amerika. Tak sekadar bermimpi, momen penentu dalam hidupnya tiba pada tahun 2005 ketika ia tak sengaja melihat iklan penjualan sebuah pabrik pengolahan susu usang di New Berlin, New York. Pabrik tua itu baru saja ditutup dan ditinggalkan begitu saja oleh raksasa makanan Kraft Foods.
Meski sempat diragukan banyak pihak, Ulukaya mengambil keputusan nekat. Dengan mengandalkan dana pinjaman dari lembaga usaha kecil serta dukungan modal lokal, ia resmi membeli fasilitas terbengkalai tersebut. Ia menamai usahanya 'Chobani', diambil dari kata çoban dalam bahasa Turki yang bermakna 'gembala', sebuah bentuk penghormatan atas akar budayanya.
Dilansir dari artikel Harvard Business Review, fase awal pemulihan pabrik tersebut penuh dengan tantangan keuangan dan teknis. Ulukaya tidak memilih investor besar yang berpotensi mendikte arah bisnisnya, melainkan memulihkan pabrik tua tersebut bersama tim kecil beranggotakan lima orang, termasuk mantan pekerja di pabrik Kraft sebelumnya.
Ulukaya dan timnya menghabiskan waktu hampir dua tahun untuk menyempurnakan resep yogurt Yunani yang tebal, kaya protein, dan rendah gula tanpa bahan pengawet. Untuk menghemat biaya operasional, ia berburu peralatan bekas di seluruh negeri dan membelinya secara mencicil.
Dedikasi penuh dan keberanian menjual produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas membuat Chobani langsung merajai pasar ketika pertama kali dikirimkan pada tahun 2007. Dalam kurun waktu lima tahun, penjualan Chobani melonjak melampaui US$1 miliar dan menguasai porsi terbesar dari pasar yogurt di AS.