pickleballvnz.com

Muslim Perlu Waspada, 7 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Mengandung Bahan Tak Halal

Jakarta - Menerapkan pola makan halal bukan hanya menghindari daging babi atau minuman beralkohol. Beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga belum tentu halal, tergantung bahan baku dan pros...

Jakarta -

Menerapkan pola makan halal bukan hanya menghindari daging babi atau minuman beralkohol. Beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga belum tentu halal, tergantung bahan baku dan proses pembuatannya.

Gelatin, rennet, emulsifier, hingga perisa berbahan alkohol menjadi beberapa komponen yang kerap ditemukan pada produk kemasan.

Karena itu, konsumen Muslim perlu lebih teliti membaca daftar komposisi sebelum membeli. Kehadiran sertifikasi halal juga menjadi salah satu acuan penting untuk memastikan keamanan produk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Is It Halal (24/07/2026), berikut tujuh makanan yang terlihat umum dikonsumsi, tetapi status kehalalannya tidak selalu sama pada setiap merek maupun produsennya.

1. Marshmallow dan permen gummy

racikan kopi dan marshmallowmarshmallow Foto: iStock/site news

Marshmallow dan permen gummy kerap mengandung gelatin yang berfungsi menghasilkan tekstur kenyal. Gelatin tersebut bisa berasal dari babi atau sapi yang tidak disembelih sesuai syariat Islam.

Meski kini tersedia produk berbahan gelatin ikan, agar-agar, atau pektin, tidak semua produsen menggunakannya. Karena itu, pastikan memilih produk marshmallow atau permen gummy yang sudah memiliki sertifikasi halal, atau mencantumkan sumber gelatin secara jelas.

2. Keju dan produk olahan susu

Tidak semua keju otomatis halal. Beberapa keju, terutama produk impor, dibuat menggunakan rennet (enzim) hewani yang berasal dari lambung anak sapi.

Jika sumber hewan tidak memenuhi ketentuan syariat, status kehalalannya menjadi dipertanyakan. Selain itu, produk olahan susu tertentu juga dapat mengandung whey (cairan) atau kasein (protein) dari sumber yang belum jelas. Pilihlah produk bersertifikat halal agar lebih aman.


3. Roti dan pastry

Pastry Terenak di Dunia yang Wajib Masuk 'Wishlist'Pastry. Foto: Ilustrasi iStock

Roti tawar, roti manis, maupun pastry komersial terkadang mengandung L-cysteine (asam amino semi esensial) sebagai bahan tambahan.

Bahan ini dapat berasal dari rambut manusia atau bulu bebek, meski ada juga yang diproduksi secara sintetis. Beberapa produk juga menggunakan lemak hewani atau perisa berbasis alkohol.

Membaca komposisi dan memilih produk bersertifikat halal menjadi langkah yang dianjurkan untuk umat Musllim sebelum membeli roti atau pastry.


4. Produk cokelat

Eating chocolateEating chocolate Foto: iStock

Coklat murni pada dasarnya halal karena berasal dari kakao. Namun, beberapa produk olahannya dapat mengandung bahan tambahan, seperti gelatin, emulsifier dari sumber hewani, atau perisa yang menggunakan alkohol.

Selain itu, proses produksi juga berpotensi menggunakan peralatan yang sama dengan produk non-halal. Karena itu, sebaiknya pilih cokelat yang memiliki label halal agar lebih terjamin.


5. Es krim

Es krim tidak selalu dibuat dari susu dan gula saja. Sebagian produk menggunakan gelatin, emulsifier, maupun perisa berbahan alkohol untuk memperkaya rasa dan tekstur.

Pada beberapa es krim premium, alkohol juga dimanfaatkan sebagai bahan perisa atau pengawet. Untuk menghindari keraguan, pilihlah es krim yang telah mengantongi sertifikasi halal atau memiliki komposisi yang jelas.


6. Sereal

Cereal Box: Di Sini Bisa Nongkrong Seru Sambil Ngemil Sereal UnikSereal. Foto: detikFood/Riska Fitria

Produk sereal yang biasa ditemukan di menu sarapan juga perlu diperhatikan kandungannya. Beberapa produk menggunakan vitamin D3 yang berasal dari lanolin atau lemak pada bulu domba.

Selain itu, ada pula sereal yang memakai perisa berbahan alkohol maupun bahan tambahan lain yang belum jelas asal-usulnya. Tapi tak perlu khawatir, karena sekarang sudah banyak produk sereal yang memiliki sertifikasi halal.


7. Suplemen dan vitamin

Kapsul suplemen maupun vitamin sering menggunakan gelatin sebagai pembungkusnya. Gelatin tersebut bisa berasal dari sumber yang tidak halal.

Selain itu, vitamin D3 pada beberapa produk juga berasal dari hewan, sementara sebagian proses produksinya menggunakan alkohol.

Agar lebih tenang saat mengkonsumsinya, pilihlah suplemen dan vitamin yang memiliki sertifikasi halal atau menggunakan bahan nabati.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Sanksi Penarikan untuk 7 Produk Pangan Mengandung Babi Bersertifikat Halal"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)