pickleballvnz.com

Museum Pasifika hadirkan karya perupa perempuan Asia-Pasifik

Museum Pasifika menghadirkan pameran "Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia Transendensi" di Nusa Dua, Bali, sebagai upaya memperluas pengenalan karya dan ANTARA News mataram 39 ...

Jakarta (ANTARA) - Museum Pasifika menghadirkan pameran "Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia Transendensi" di Nusa Dua, Bali, sebagai upaya memperluas pengenalan karya dan kontribusi perupa perempuan kepada masyarakat internasional.

Siaran pers Museum Pasifika yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa pameran yang berlangsung pada 9 Oktober - 9 Desember 2026 ini mempertemukan seniman perempuan dari berbagai generasi, negara, latar kebudayaan, dan tradisi artistik untuk menampilkan perjalanan seni perempuan selama lebih dari satu abad.

Pameran tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan dibuka oleh Prof Wiendu Nuryanti. Melalui pameran ini, Museum Pasifika berupaya memperkuat posisi karya perupa perempuan Asia-Pasifik dalam kesenian global sekaligus menunjukkan kontribusi mereka terhadap perkembangan sejarah seni dunia.

Wamenbud Giring Ganesha menekankan pentingnya melihat seni sebagai ruang yang menghubungkan warisan masa lalu dengan perkembangan zaman.

"Perubahan dalam seni tidak selalu berarti memutus hubungan dengan masa lalu. Pengetahuan dapat diwariskan, tetapi tidak pernah berhenti pada bentuk yang sama. Tradisi dapat ditafsirkan kembali," kata Giring.

Upaya membawa karya perupa perempuan ke panggung dunia juga tercermin dari rekam jejak para seniman yang ditampilkan. Karya mereka tercatat dalam koleksi berbagai museum dan institusi seni internasional, antara lain The Metropolitan Museum of Art, British Museum, Musée du quai Branly–Jacques Chirac, National Gallery Singapore, National Gallery of Australia, dan Smithsonian American Art Museum.

Baca juga: Prabowo jelajahi Museum Gajah bersama anak-anak sekolah

"Jejak tersebut menunjukkan bahwa kontribusi para seniman perempuan telah melampaui batas negara dan menjadi bagian dari jaringan kebudayaan internasional," tuturnya.

Dengan mengusung tema "Nostalgi = Transendensi", pameran ini menggambarkan hubungan antara memori, identitas, dan transformasi dalam perjalanan berkesenian.

"Masa lalu tidak berhenti sebagai sesuatu yang telah selesai. Ia dapat terus diingat, dibaca kembali, dan diberi makna baru," katanya.

Pameran terbuka untuk publik setiap hari pukul 10.00–18.00 WITA di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026